34 C
Jakarta

Dadang Kahmad: Media Muhammadiyah Harus Jadi Produsen Informasi

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dadang Kahmad menegaskan pentingnya penguatan media Muhammadiyah di tengah perubahan teknologi digital yang berlangsung cepat. Media Muhammadiyah dinilai tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi harus tampil sebagai produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan.

 

Pesan tersebut disampaikan Dadang saat membuka Jambore Media AfiliasiMu #3 dengan tema “Penguatan Media AfiliasiMu dalam Era Digital”. Ia mengapresiasi penyelenggaraan jambore yang mempertemukan para pengelola dan insan media AfiliasiMu.

 

Menurut Dadang, jambore tidak sekadar menjadi ruang pertemuan para pengelola media. Forum tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa media merupakan bagian penting dari gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi perubahan zaman.

 

“Jambore ini bukan sekadar pertemuan para pengelola media. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk memperkuat kesadaran kita bahwa media merupakan bagian penting dari gerakan Muhammadiyah di tengah perubahan zaman yang sangat cepat,” ujar Dadang.

 

Muhammadiyah Harus Jadi Produsen Informasi

 

Dadang menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat memperoleh informasi. Jika sebelumnya masyarakat mengandalkan surat kabar, radio, dan televisi, kini informasi dapat diterima dalam hitungan detik melalui telepon genggam.

 

Bahkan, setiap orang kini memiliki kemampuan menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi.

 

Dalam kondisi tersebut, Muhammadiyah, kata Dadang, tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi.

 

“Dalam situasi seperti ini, Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Tetapi Muhammadiyah harus menjadi produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Karena itu, keberadaan Media AfiliasiMu dipandang memiliki posisi strategis dalam memperkuat komunikasi gerakan Muhammadiyah.

 

Media Muhammadiyah diharapkan tidak hanya memberitakan kegiatan organisasi secara rutin, tetapi juga menjadi ruang bagi gagasan, ilmu pengetahuan, dakwah, pendidikan, kebudayaan, serta pembelaan terhadap kepentingan umat.

 

Kecepatan Tak Boleh Kalahkan Ketepatan

 

Tantangan media saat ini bukan lagi sekadar mencari informasi. Justru, masyarakat menghadapi banjir informasi setiap hari.

 

Berbagai berita, opini, video, gambar, dan komentar beredar dengan cepat. Di antara informasi tersebut terdapat fakta, tetapi tidak sedikit pula hoaks, provokasi, dan informasi yang belum terverifikasi.

 

Dalam situasi tersebut, Dadang meminta media Muhammadiyah mengambil peran sebagai penjaga kualitas informasi.

 

Prinsip tabayyun, menurutnya, harus menjadi salah satu etika utama dalam pengelolaan media.

 

“Kita membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar. Tidak hanya ramai, tetapi juga bermutu. Tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik,” katanya.

 

Ia menekankan, kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Popularitas juga tidak boleh mengalahkan kebenaran. Demikian pula kepentingan mendapatkan perhatian publik tidak boleh mengesampingkan akhlak dan tanggung jawab.

 

Karena itu, Dadang berharap Media AfiliasiMu mampu mengembangkan jurnalisme Muhammadiyah yang cepat, akurat, berimbang, beretika, mencerdaskan, dan mencerahkan.

 

Manfaatkan AI hingga Media Sosial

 

Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga membuka peluang besar bagi Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan dakwah dan gagasan.

 

Dadang menyebut kecerdasan buatan atau AI, media sosial, video pendek, podcast, live streaming, hingga mesin pencari sebagai berbagai kanal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi Muhammadiyah.

 

Sebuah gagasan yang ditulis kader Muhammadiyah di daerah, misalnya, kini dapat menjangkau pembaca di berbagai belahan dunia. Demikian pula ceramah, gagasan guru, dosen, peneliti, mahasiswa, maupun kader dapat disebarluaskan melalui berbagai platform digital.

 

Namun, penguasaan teknologi saja tidak cukup.

 

“ Kita membutuhkan insan media yang tidak hanya menguasai kamera, desain, editing, algoritma, dan media sosial, tetapi juga insan yang memiliki wawasan keislaman, wawasan kemuhammadiyahan, kemampuan jurnalistik, literasi digital, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat,” tuturnya.

 

Jangan Kejar Viral, Utamakan Nilai

 

Dadang berharap Jambore Media AfiliasiMu menjadi ruang belajar bersama bagi para insan media Muhammadiyah.

 

Menurut dia, forum tersebut tidak semestinya hanya membahas cara membuat konten viral. Lebih penting, peserta perlu membangun kemampuan menghasilkan konten yang memiliki nilai dan memberikan manfaat.

 

“Tujuan akhir media Muhammadiyah bukan sekadar viralitas, tetapi kemanfaatan. Bukan sekadar pengakuan, tetapi perubahan positif di tengah masyarakat. Bukan sekadar memperbesar jumlah pengikut, tetapi memperbesar pengaruh kebaikan,” ujarnya.

 

Ke depan, Dadang mendorong terbentuknya ekosistem media Muhammadiyah yang kuat dan terintegrasi. Media di tingkat pusat, wilayah, daerah, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, amal usaha, organisasi otonom, hingga komunitas kader diharapkan dapat saling memperkuat.

 

Ia menawarkan semangat “Satu gerakan, banyak kanal; banyak kanal, satu nilai.”

 

Artinya, media Muhammadiyah dapat hadir melalui berbagai platform, gaya, dan format komunikasi. Namun, seluruhnya tetap membawa nilai yang sama, yakni Islam Berkemajuan, dakwah yang mencerahkan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.

 

Tiga Target Jambore Media AfiliasiMu

 

Dalam kesempatan tersebut, Dadang berharap Jambore Media AfiliasiMu menghasilkan tiga capaian utama, yakni peningkatan kapasitas, peningkatan kualitas konten, dan peningkatan kolaborasi.

 

Ketiganya dinilai penting agar AfiliasiMu tidak berhenti sebagai jaringan media Muhammadiyah, tetapi berkembang menjadi kekuatan komunikasi digital yang mampu memperkenalkan dan memperluas gagasan Islam Berkemajuan kepada masyarakat.

 

“Dengan demikian, Media AfiliasiMu tidak hanya menjadi jaringan media Muhammadiyah, tetapi menjadi kekuatan komunikasi digital Muhammadiyah yang mampu menghadirkan gagasan Islam Berkemajuan kepada masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Dadang kemudian secara resmi membuka Jambore Media AfiliasiMu #3 bertema “Penguatan Media AfiliasiMu dalam Era Digital”.

 

Forum tersebut diharapkan menjadi titik penguatan baru bagi media Muhammadiyah untuk menghadirkan informasi yang bukan hanya cepat dan menarik, tetapi juga benar, beretika, mencerahkan, dan berdampak bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!