36.5 C
Jakarta

Sekjen MUI: Syukuri Kemerdekaan, Pastikan Kekayaan Negara untuk Kesejahteraan Rakyat

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Dr. Amirsyah Tambunan, mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan bangsa Indonesia selama 81 tahun.

Pesan tersebut disampaikan Buya Amirsyah dalam kegiatan Kultum di Masjid Khodimul Ummah MUI, Jakarta, Kamis (13/8/2026), dalam rangka menyambut dan memaknai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Buya Amirsyah menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan nikmat besar dari Allah SWT yang harus disyukuri. Rasa syukur, menurutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi harus dibuktikan dengan menjaga kemerdekaan serta mengisinya melalui pembangunan yang memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh rakyat.

Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.’”

“Karena itu, kemerdekaan yang kita nikmati ini harus kita syukuri. Syukur bukan hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan menjaga kemerdekaan dan mengisinya dengan amal pembangunan yang memberikan kemaslahatan bagi seluruh rakyat,” ujar Buya Amirsyah.

Kekayaan Negara untuk Kemakmuran Rakyat

Menurut Buya Amirsyah, salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan adalah memastikan kekayaan dan sumber daya alam Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ia menekankan bahwa prinsip tersebut sejalan dengan amanah konstitusi, khususnya Pasal 33 ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Seharusnya kekayaan bangsa ini dikuasai dan dikelola negara untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat. Ini merupakan amanah konstitusi yang harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Ia menilai, momentum 81 tahun kemerdekaan perlu menjadi ruang refleksi bersama mengenai sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah diwujudkan, terutama dalam menghadirkan kesejahteraan, pemerataan, dan keadilan sosial.

Sebab, kata Buya Amirsyah, apabila kekayaan bangsa belum sepenuhnya memberikan manfaat yang merata bagi rakyat, sementara kesenjangan sosial masih terjadi, maka hal tersebut menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.

“Kalau sampai hari ini kekayaan bangsa belum sepenuhnya dikuasai dan dikelola untuk kesejahteraan rakyat, sementara kesenjangan masih kita lihat di tengah masyarakat, maka ini menjadi bahan introspeksi kita bersama,” katanya.

Buya Amirsyah mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen terhadap keadilan sosial, pemerataan kesejahteraan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga tercermin dari kemampuan bangsa dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, bermartabat, dan sejahtera.

“Semangat kemerdekaan harus kita lanjutkan dengan membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, adil, dan sejahtera. Kekayaan negeri ini harus menjadi instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!