36.5 C
Jakarta

Skrining Keseimbangan, Mahasiswa Profesi Fisioterapi UMS Cegah Risiko Jatuh Lansia

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memberikan edukasi sekaligus skrining keseimbangan kepada anggota Prolanis Anggrek Mojolaban. Kegiatan bertajuk “Langkah Aman, Gerak Nyaman” itu digelar di Puskesmas Pembantu Jatimalang, Kecamatan Mojolaban, Senin (20/7/2026).

 

Sebanyak 28 lansia mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pemeriksaan keseimbangan, senam bersama, pengukuran tekanan darah, penyuluhan, demonstrasi latihan keseimbangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan tersebut didampingi dua pegawai dan satu bidan dari Puskesmas Mojolaban.

 

Ketua Kelompok Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS, Nayla Uly Arbach, S.Kes., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendeteksi lebih dini gangguan keseimbangan yang berpotensi meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

 

“Keluhan yang cukup sering dijumpai pada lansia di wilayah Mojolaban adalah osteoarthritis (OA) dan berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan proses penuaan, khususnya yang memengaruhi kemampuan bergerak dan keseimbangan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

 

Skrining Identifikasi Risiko Jatuh

 

Kegiatan diawali dengan Romberg Test pada pukul 07.00 WIB. Pemeriksaan dilakukan dalam dua kondisi, yakni mata terbuka dan mata tertutup, masing-masing selama 30 detik.

 

Tes tersebut digunakan untuk menilai keseimbangan statis dan fungsi proprioseptif lansia. Hasil skrining menunjukkan lima lansia gagal pada tahap pertama, sedangkan 11 lansia gagal pada tahap kedua.

 

Menurut Nayla, hasil tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peserta yang memiliki risiko jatuh sehingga dapat memperoleh edukasi dan intervensi fisioterapis lebih dini.

 

Setelah pemeriksaan, peserta mengikuti senam bersama yang merupakan agenda rutin Prolanis Anggrek. Aktivitas tersebut sekaligus mendorong lansia tetap aktif bergerak dan memperkuat interaksi antarpeserta.

 

Pada sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan pentingnya keseimbangan dalam menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus mencegah risiko jatuh. Peserta diperkenalkan dengan tiga sistem utama yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh, yakni sistem vestibular, visual, dan proprioseptif.

 

Mahasiswa juga menjelaskan sejumlah perubahan akibat proses penuaan yang dapat memengaruhi keseimbangan, seperti menurunnya kekuatan otot, kemampuan penglihatan, sensitivitas proprioseptif, serta perubahan fungsi sistem vestibular.

 

“Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia,” jelas Nayla.

 

Lansia Praktik Latihan Keseimbangan

 

Tak hanya memberikan materi, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS juga mendemonstrasikan sejumlah latihan sederhana untuk memperkuat sistem keseimbangan. Latihan dirancang dengan menstimulasi sistem vestibular, visual, dan proprioseptif melalui aktivitas fisik yang aman dan mudah dipraktikkan di rumah.

 

Para lansia kemudian mengikuti gerakan tersebut dengan pendampingan mahasiswa. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah lansia berkonsultasi mengenai keluhan yang dialami dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari gangguan keseimbangan, nyeri sendi, hingga kesulitan melakukan aktivitas tertentu.

 

Mahasiswa turut memberikan tips pencegahan jatuh yang dapat diterapkan di rumah. Di antaranya menjaga lingkungan rumah tetap aman, menggunakan alas kaki yang sesuai, berhati-hati ketika berpindah posisi, serta tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.

 

Kegiatan ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah memperoleh edukasi. Pengisian dilakukan dengan pendampingan mahasiswa agar peserta dapat memahami setiap pertanyaan.

 

Ketua Prolanis Anggrek, Ika Sulistyaningrum, AMK., mengapresiasi antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, Program Prolanis di Puskesmas telah berjalan sejak September 2012 dan kini memiliki sekitar 50 peserta.

 

Setiap bulan, peserta mendapatkan materi kesehatan yang berbeda dari tenaga kesehatan, disertai pemeriksaan kesehatan dan kegiatan pendukung lainnya.

 

Ika berharap kolaborasi antara Puskesmas Mojolaban, Prolanis Anggrek, dan mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS dapat terus dikembangkan melalui kegiatan promotif, preventif, dan rehabilitatif.

 

“Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dan menekan risiko jatuh,” katanya.

 

Dengan edukasi dan latihan yang berkelanjutan, kegiatan tersebut diharapkan membantu lansia menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih aman, aktif, dan mandiri. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!