BANDUNG, MENARA62.COM – Perkembangan teknologi digital membuka peluang besar bagi pengusaha untuk memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan bisnis. Namun, perubahan algoritma, platform, format konten hingga strategi iklan digital menuntut pelaku usaha terus beradaptasi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Kopdar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Jawa Barat 2026 yang digelar bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LP-UMKM) PWM Jawa Barat di Hall Evermos Center, Jalan Dago, Kota Bandung, Ahad (9/8/2026).
Sekitar 150 pengusaha dan pelaku ekonomi Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia” tersebut.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian ialah sesi “Strategi Internet Marketing yang Berkemajuan” yang menghadirkan Koordinator Nasional Serikat Internet Marketers (Imers) Muhammadiyah, Ilham Taufiq Mulyadi.
Serikat Imers merupakan salah satu subkomunitas di bawah SUMU yang menjadi ruang berhimpun, belajar, dan berkolaborasi bagi pelaku usaha serta praktisi internet marketing dan bisnis digital.
Kepercayaan Jadi Fondasi Bisnis Digital
Dalam pemaparannya, Ilham mengatakan dunia internet marketing terus mengalami perubahan. Algoritma, platform, kanal, sistem, format konten, jaringan, biaya iklan hingga eksekusi strategi terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi dan perilaku pasar.
Namun, di tengah perubahan tersebut, terdapat fondasi yang tetap penting, yakni kepercayaan.
“Perubahan digital harus dihadapi dengan kemampuan untuk beradaptasi. Pengusaha tidak cukup hanya hadir di platform digital, tetapi perlu memahami bagaimana membangun aset dan fondasi digital yang kuat,” menjadi pesan utama dalam sesi tersebut.
Ilham juga mendorong pengusaha Muhammadiyah untuk memiliki cara pandang yang lebih berkemajuan dalam membaca pasar dan menyusun strategi pemasaran digital.
Menurutnya, pertumbuhan bisnis tidak seharusnya selalu dipandang sebagai beban. Sebaliknya, pertumbuhan merupakan proses yang membutuhkan pembelajaran dan eksperimen secara berkelanjutan.
“Growth bukan beban. Growth adalah petualangan,” pesannya.
Aset Digital Perlu Dikelola Serius
Selain strategi pemasaran, Ilham menekankan pentingnya menjadikan aset digital sebagai bagian dari aset bisnis.
Website, database, kanal komunikasi, dan berbagai platform digital, menurutnya, perlu dikelola secara serius sebagaimana perusahaan mengelola aset fisik.
Fondasi yang kuat, kepatuhan (compliance), serta orkestrasi menjadi sejumlah aspek penting untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Karena itu, kehadiran Serikat Imers di lingkungan SUMU diarahkan untuk memperkuat kapasitas digital para pengusaha Muhammadiyah. Para pelaku usaha yang memiliki kompetensi di bidang internet marketing diharapkan dapat saling terhubung, bertukar pengetahuan, membuka peluang kolaborasi, sekaligus membantu pengusaha lain memperkuat transformasi digital bisnis.
Transformasi Digital Perkuat Ekosistem Usaha
Kopdar SUMU Jawa Barat 2026 menjadi ruang konsolidasi bagi pengusaha Muhammadiyah untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi. Serikat Imers menjadi salah satu bagian dari ekosistem tersebut dengan fokus pada pengembangan kompetensi di bidang pemasaran digital.
Melalui komunitas tersebut, transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi.
Lebih jauh, pemanfaatan teknologi diarahkan menjadi kekuatan untuk membangun bisnis, memperluas jejaring, meningkatkan kolaborasi, dan mempercepat pertumbuhan pengusaha Muhammadiyah.
Dengan demikian, strategi internet marketing berkemajuan diharapkan turut memperkuat ekosistem ekonomi Muhammadiyah sekaligus mendukung cita-cita industrialisasi Indonesia yang menjadi tema besar Kopdar SUMU Jawa Barat 2026. (*)

