34.4 C
Jakarta

UMS Perkuat Sinergi Hadapi Pengembangan 2026-2027

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyusun arah pengembangan universitas tahun 2026-2027.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Ahmad Syafii Maarif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Selasa (18/8/2026). Agenda diikuti jajaran pimpinan UMS, mulai dari rektorat, dekan, kepala biro, ketua lembaga, kepala badan, wakil dekan, ketua program studi, hingga pimpinan unit.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengatakan RTM menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh unsur pimpinan dalam mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memastikan tindak lanjut berjalan secara terarah.

 

“Prinsipnya semua komponen UMS hari ini berkumpul di sini dalam rangka membangun kekokohan, membangun kebersamaan, serta membangun keberlanjutan UMS ini sejak pertama kali 68 tahun didirikan, hari ini, esok dan akan datang,” ujar Harun.

 

Menurut dia, evaluasi tidak boleh berhenti pada pencatatan capaian program. Hal yang lebih penting adalah memastikan hasil evaluasi tersebut dikendalikan dan ditindaklanjuti melalui program pengembangan yang konkret.

 

Rangkaian RTM kemudian dilanjutkan dengan Rakerpim hingga hari ketiga. Hasil pembahasan diharapkan menjadi pijakan dalam menentukan program kerja dan arah pengembangan UMS ke depan.

 

“Semoga kegiatan RTM pada hari ini sampai selesai nanti penuh kemanfaatan, penuh keberkahan, dan mendapatkan keridhaan Allah SWT,” ungkapnya.

 

BPH UMS Tekankan Pentingnya Sinergi

 

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Drs. Marpuji Ali, M.Si., menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen universitas untuk menjaga sekaligus meningkatkan kemajuan UMS.

 

Ia menyoroti perjalanan UMS yang terus berkembang sejak bertransformasi dari IKIP Muhammadiyah menjadi Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 1980. Menurutnya, perkembangan tersebut merupakan hasil ikhtiar bersama seluruh warga universitas.

 

“Untuk mencapai cita-cita kampus yang luhur dan unggul di masa depan, diperlukan sinergi dan kebersamaan dari seluruh elemen, mulai dari jajaran rektorat hingga para petugas kebersihan lingkungan,” tutur Marpuji.

 

Ia juga mengingatkan seluruh warga UMS untuk menjaga kesabaran dan salat dalam menjalankan amanah institusi. Kesabaran tersebut, menurut Marpuji, dapat diwujudkan dengan disiplin dalam menjalankan kebajikan, menjauhi perbuatan maksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat, serta memiliki ketahanan menghadapi berbagai tantangan.

 

Salah satu tantangan yang perlu dipersiapkan adalah pelaksanaan akreditasi AIPT yang dijadwalkan pada Desember mendatang. Karena itu, seluruh program studi dan unit diminta memperkuat kesiapan serta bekerja secara sinergis.

 

“Jangan menghindari tantangan. Tantangan harus kita hadapi, bahkan kalau perlu kita ciptakan tantangan baru untuk mendorong laju kemajuan universitas,” tegasnya.

 

UMS Siapkan Program Studi Baru

 

Selain mengevaluasi capaian, UMS juga terus merespons dinamika perkembangan program studi. Marpuji mengatakan universitas perlu menghadirkan gagasan pengembangan program studi baru yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menarik minat calon mahasiswa.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi UMS untuk memastikan pengembangan institusi tetap relevan dengan perubahan kebutuhan pendidikan tinggi dan perkembangan masyarakat.

 

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) UMS, Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan Rakerpim dikoordinasikan BPP bersama unit kerja di bawah Rektor, termasuk Badan Pengendalian dan Penjaminan Mutu serta Sekretariat Universitas.

 

Menurut Munajat, Rakerpim membahas capaian program selama satu tahun sebelumnya sebelum diterjemahkan menjadi rencana kerja dan rencana operasional untuk periode 2026-2027.

 

“Rakerpim pada dasarnya membahas apa yang sudah kita jalankan setahun yang lalu. Capaian yang kita peroleh seperti apa, kita evaluasi, kemudian kita tindak lanjuti dengan rencana kerja atau rencana operasional untuk tahun 2026-2027,” jelasnya.

 

Evaluasi Mutu Jadi Dasar Rencana Kerja

 

Munajat mengatakan penggabungan RTM dan Rakerpim memungkinkan hasil evaluasi mutu langsung diterjemahkan ke dalam program kerja. Dengan pola tersebut, perencanaan tidak hanya bertumpu pada target, tetapi juga mempertimbangkan capaian dan persoalan yang dihadapi pada periode sebelumnya.

 

“Harapannya dengan RTM dan juga Rakerpim ini, arah pengembangan UMS tahun ke depan memiliki alur yang jelas. Siapa mengerjakan apa, tujuannya ke mana, itu sudah dikonsolidasikan,” ungkapnya.

 

Konsolidasi tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antarunit dan memastikan setiap program memiliki arah, target, serta penanggung jawab yang jelas.

 

Munajat optimistis hasil evaluasi dan perencanaan melalui RTM serta Rakerpim dapat mendorong peningkatan kinerja UMS pada tahun akademik 2026-2027.

 

“Pada tahun 2026-2027 nanti, capaian-capaiannya akan lebih meningkat dari capaian yang sebelumnya,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!