FLORES, MENARA62.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan 10 titik pos pelayanan untuk memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pengaktifan pos pelayanan tersebut dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan warga dapat ditangani berdasarkan kondisi di lapangan.
Sepuluh pos pelayanan Muhammadiyah disiapkan di sejumlah wilayah terdampak, yakni Mbay, Waekokak, Ngolombai, Klinik Muhammadiyah Ende, Universitas Muhammadiyah Maumere, SMK Muhammadiyah, Reo dan Reo Barat, Cabal dan Cabal Barat, Labuan Bajo, serta Ruing.
Beragam layanan disiapkan melalui pos-pos tersebut, meliputi layanan kesehatan, dukungan permakanan dan logistik non-makanan, air bersih dan sanitasi, hunian darurat, dukungan psikososial, hingga pendidikan darurat.
Respons kemanusiaan diperkuat dengan pengerahan relawan MDMC setempat serta dukungan relawan dari sejumlah perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan Muhammadiyah.
Libatkan Relawan dan Fasilitas Kesehatan
Dalam penanganan dampak gempa Flores, MDMC melibatkan relawan dari Muhammadiyah Maumere, Universitas Muhammadiyah Kupang, KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Rumah Sakit Muhammadiyah Ende, serta Rumah Sakit Muhammadiyah Bima.
Dukungan juga datang melalui pengerahan Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
MDMC Jawa Timur turut memberikan dukungan berupa sumber daya relawan dan logistik untuk memperkuat respons di wilayah terdampak.
Keterlibatan berbagai unsur Muhammadiyah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.
Warga Masih Trauma, Gempa Susulan Jadi Perhatian
Berdasarkan pemantauan tim di lapangan, sebagian masyarakat masih mengalami trauma setelah gempa bumi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena gempa masih disertai aktivitas gempa susulan.
Situasi itu membuat kebutuhan terhadap layanan kesehatan dan dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam respons kemanusiaan MDMC.
Selain penanganan kebutuhan fisik, dukungan psikososial diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak emosional pascabencana, terutama kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.
Penguatan pos pelayanan di berbagai wilayah menjadi strategi MDMC untuk memastikan respons kemanusiaan tidak terpusat di satu lokasi. Dengan keberadaan relawan, tenaga kesehatan, dan dukungan logistik di masing-masing titik, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh layanan yang dibutuhkan.
MDMC menegaskan, respons kemanusiaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, tetapi juga mendukung proses pemulihan pascabencana.
Melalui kolaborasi berbagai unsur Muhammadiyah, layanan kesehatan, logistik, sanitasi, hunian darurat, psikososial, dan pendidikan diharapkan dapat terus menjangkau warga terdampak gempa Flores secara cepat dan sesuai kebutuhan di lapangan. (*)
