Denpasar, Menara62.com. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Bali periode 2026–2028 resmi dikukuhkan melalui prosesi pelantikan yang berlangsung pada Minggu (16/8/2026). Kegiatan tersebut digelar secara khidmat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali.
Mengangkat tema “Merajut Prama, Menahkodai Arah Baru Gerakan Pelajar Muhammadiyah Berkemajuan”, pelantikan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru PW IPM Bali untuk melanjutkan gerakan organisasi dengan semangat baru, progresif, dan memberikan dampak nyata.
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bali, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), jajaran Organisasi Otonom Muhammadiyah, organisasi kepemudaan tingkat wilayah, alumni, serta kader IPM dari berbagai daerah di Bali.
Rangkaian pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan mengenai susunan kepengurusan PW IPM Bali periode 2026–2028 oleh PP IPM. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar pelantikan dan penandatanganan berita acara. Rangkaian tersebut menjadi penanda dimulainya secara resmi kepemimpinan PW IPM Bali periode 2026–2028 di bawah kepemimpinan M. Rafly Al Baihaqi sebagai Ketua Umum.
Dalam sambutannya, Rafly menyampaikan bahwa kepemimpinan dalam organisasi tidak semata-mata berkaitan dengan posisi maupun jabatan. Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana amanah tersebut dijalankan dan bagaimana setiap kader mampu meninggalkan jejak perjuangan yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya.
“Hari ini bukan tentang siapa yang dilantik, tetapi tentang amanah yang siap kita tunaikan selama satu periode ke depan. Jabatan akan selesai, kepengurusan akan berganti, dan mereka yang dilantik hari ini nantinya akan digantikan oleh generasi berikutnya. Namun, jejak perjuangan akan tetap tinggal, melekat, dan dikenang oleh generasi yang akan datang.”
Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum PP IPM Rizki Anugrah Robby mengajak kepengurusan PW IPM Bali periode 2026–2028 untuk tidak memandang pelantikan sebatas agenda seremonial pergantian kepemimpinan. Ia menekankan bahwa momentum tersebut juga merupakan ruang untuk merayakan gagasan, memperkuat kebersamaan, serta membangun semangat kemenangan bersama.
“Pelantikan PW IPM Bali ini harus dimaknai sebagai al-ihtifalul bil-afkar, al-ihtifalul bil taazur, dan al-ihtifal bil-nasr. Esensi kemenangan akan menjadi sempurna ketika perayaan gagasan berjalan, kebersamaan terbangun, dan kemenangan itu dapat benar-benar dirasakan bersama.”
Sementara itu, Disdikpora Provinsi Bali mendorong PW IPM Bali agar terus mengambil bagian dalam membangun ekosistem pendidikan dan kepemudaan yang inklusif serta memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkembang, berkreasi, dan meraih prestasi.
Upaya tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah, satuan pendidikan, organisasi kepemudaan, maupun elemen masyarakat lainnya.
Pada penghujung rangkaian pelantikan, PWM Bali turut memberikan amanat kepada kepengurusan PW IPM Bali periode 2026–2028. Dalam amanatnya disampaikan bahwa setiap pemimpin memiliki masanya dan setiap masa akan melahirkan pemimpinnya. Kepemimpinan dalam satu periode pada akhirnya akan berakhir dan diteruskan oleh generasi selanjutnya.
Karena itu, amanah yang telah diberikan kepada pimpinan baru PW IPM Bali diharapkan dapat dijalankan secara maksimal dengan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepemimpinan bukan sekadar tentang bagaimana sebuah periode dapat dijalankan hingga selesai, tetapi juga mengenai warisan perjuangan yang ditinggalkan. Jejak tersebut diharapkan mampu menjadi pijakan dan terus memberikan manfaat bagi generasi setelahnya.
Dengan semangat tersebut, PW IPM Bali periode 2026–2028 diharapkan mampu menjaga amanah kepemimpinan sekaligus menghadirkan gagasan, gerakan, dan langkah-langkah baru dalam membawa IPM Bali menuju masa depan yang lebih berkemajuan.
