MANGGARAI TIMUR, MENARA62.COM — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pos pelayanan Muhammadiyah pertama dalam respons tersebut diaktifkan di Kabupaten Manggarai Timur.
Hingga Ahad (16/8/2026) pukul 15.00 WITA, layanan kemanusiaan di wilayah tersebut tercatat telah menjangkau 3.466 warga terdampak gempa.
Respons MDMC dan Lazismu mencakup sejumlah kebutuhan dasar, mulai dari layanan kesehatan, permakanan, paket keluarga, dukungan psikososial, pendidikan darurat, air bersih dan sanitasi, hingga hunian darurat.
Penanganan tanggap darurat dirancang berlangsung selama 30 hari. Untuk memperkuat koordinasi, MDMC membuka Pos Koordinasi (Poskor) di enam kabupaten serta menyiapkan pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah.
Ketua Pos Koordinasi (Poskor) MDMC, Indrayanto, mengatakan penguatan koordinasi menjadi faktor penting agar respons kemanusiaan dapat menjangkau warga sesuai kebutuhan di lapangan.
“Manajemen penanganan darurat ini kami lakukan dengan memperkuat koordinasi di wilayah terdampak dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik layanan Muhammadiyah,” ujar Indrayanto.
Menurut dia, relawan dari berbagai daerah bersama masyarakat dan pemerintah setempat terus bergotong royong memastikan layanan dasar tersedia bagi warga terdampak.
Fokus di Empat Wilayah Sambi Rampas
Salah satu wilayah yang menjadi fokus pelayanan adalah Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Tim gabungan melakukan pendataan dan verifikasi kondisi masyarakat di empat wilayah sepanjang pantai, yakni Desa Naga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota.
Wilayah tersebut menjadi prioritas karena terdapat banyak penyintas serta kerusakan bangunan dan infrastruktur yang cukup parah.
Pendataan dilakukan mahasiswa KKN Pena Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, bersama Puskesmas, Koramil, Polsek, dan Camat Sambi Rampas.
Data yang dihimpun meliputi kondisi korban, kerusakan permukiman, fasilitas umum, hingga kebutuhan masyarakat. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan jenis dan prioritas bantuan.
Posko Induk Layani Warga
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Posko Induk didirikan di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur. Posko tersebut menjadi pusat pelayanan masyarakat yang menyediakan pengobatan, dapur umum, layanan informasi, serta pendataan warga terdampak.
Sementara Posko Sekretariat yang berpusat di Kantor SMK Muhammadiyah Manggarai Timur berfungsi mengintegrasikan data yang dihimpun dari lapangan.
Pendataan dilakukan secara berjenjang bersama pemerintah desa. Selanjutnya, data diverifikasi tim di lapangan untuk memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan pendataan sementara, sejumlah kebutuhan menjadi prioritas warga terdampak. Di antaranya air bersih, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan balita, tenda keluarga, terpal, selimut, matras, obat-obatan dasar, perlengkapan sanitasi, serta layanan kesehatan keliling.
Delapan Tim Medis Disiapkan
Untuk memperkuat layanan kesehatan, MDMC menyiapkan delapan tim Emergency Medical Team (EMT). Relawan dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima juga dimobilisasi untuk mendukung penanganan di lapangan.
Selain itu, mahasiswa KKN dari UMY, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Kupang turut terlibat dalam pelayanan bersama masyarakat dan pemerintah setempat.
Kolaborasi lintas unsur tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dan ditangani secara cepat selama masa tanggap darurat.
Melalui kerja bersama MDMC dan Lazismu, Muhammadiyah berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan layanan dasar selama menghadapi dampak gempa bumi.
Respons tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial dan semangat gotong royong dalam momentum menyongsong 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, terutama bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana. (*)

