SOLO, MENARA62.COM — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta berlangsung khidmat, Senin (17/8/2026). Ada yang menarik dalam pelaksanaan upacara tahun ini, sejumlah mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat kepercayaan menjadi petugas upacara.
Mahasiswa PPL PPG UMS terutama bertugas sebagai pemimpin upacara dan petugas pengibar bendera Merah Putih. Kehadiran mereka menjadi bagian dari sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan sekaligus menanamkan nilai kebangsaan kepada siswa.
Upacara dipimpin oleh petugas dari mahasiswa PPL PPG UMS dengan rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Prosesi pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tanamkan Semangat Perjuangan Pahlawan
Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Gatot Suherman, yang bertindak sebagai pembina upacara, mengajak siswa menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana meneladani perjuangan para pahlawan.
Menurut Gatot, perjuangan para pahlawan tidak berhenti ketika Indonesia merdeka. Generasi muda memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui pendidikan, prestasi, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya menanamkan sikap pantang menyerah, rela berkorban, bertanggung jawab, serta mencintai Tanah Air sejak usia sekolah.
Semangat tersebut dapat diwujudkan siswa melalui kesungguhan dalam belajar, disiplin, mematuhi tata tertib, menjaga lingkungan sekolah, serta berusaha memberikan prestasi terbaik.
“Peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dan meneruskan nilai-nilai perjuangan itu dalam kehidupan kita,” pesan Gatot dalam amanatnya.
Ikrar Pelajar Muhammadiyah
Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Muhammadiyah. Ikrar tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komitmen moral dan spiritual siswa sebagai pelajar.
Melalui ikrar tersebut, siswa diajak memadukan semangat keagamaan, pendidikan, dan kebangsaan. Pelajar tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib nasional dan doa bersama.
Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kedamaian, persatuan, serta kemajuan bangsa Indonesia. Para peserta juga mendoakan para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Sinergi Sekolah dan Mahasiswa PPG UMS
Keterlibatan mahasiswa PPL PPG UMS sebagai petugas upacara memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 RI di SD Muhammadiyah 24 Gajahan.
Selain menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menjalankan tugas di lingkungan sekolah, keterlibatan tersebut memperlihatkan sinergi antara pendidikan tinggi dan pendidikan dasar.
Mahasiswa PPG tidak hanya menjalani praktik pengalaman lapangan dalam proses pembelajaran, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan pembentukan karakter dan budaya sekolah.
Bagi siswa, kehadiran mahasiswa sebagai pemimpin upacara dan pengibar bendera juga menjadi contoh bahwa generasi muda dapat mengambil peran dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Melalui momentum HUT ke-81 RI, SD Muhammadiyah 24 Gajahan menegaskan bahwa pendidikan kemerdekaan tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di kelas. Nilai patriotisme, disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, dan cinta Tanah Air perlu dihidupkan melalui pengalaman nyata.
Upacara tersebut akhirnya menjadi ruang refleksi bersama bahwa perjuangan generasi saat ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh, berprestasi, berakhlak, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. (*)

