GORONTALO, MENARA62.COM — Dua puluh enam tahun lalu, Fajar Riza Ul Haq datang ke Gorontalo sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional. Kini, ia kembali dengan peran berbeda, yakni sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen).
Kedatangan Fajar ke Gorontalo pada Selasa (18/8/2026) kali ini membawa misi memperkuat Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Ia juga mendorong penguatan kontribusi Muhammadiyah dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, pagi ini saya kembali menginjakkan kaki di Gorontalo. Tahun 2000, saya datang sebagai mahasiswa UMS dan peserta MTQ nasional,” kata Fajar saat mengunjungi UMGO, Selasa (18/8).
Fajar mengenang, saat mengikuti MTQ nasional pada 2000, ia harus menempuh perjalanan selama dua hari menggunakan kapal dari Surabaya. Perjalanan tersebut dibiayai oleh kampus.
Kunjungan tahun ini menjadi kedatangan ketiga Fajar ke Gorontalo. Setelah pertama kali datang sebagai mahasiswa pada 2000 dan kembali pada 2013, kini ia hadir sebagai pejabat negara dan diterima melalui prosesi adat Gorontalo.
Di UMGO, Fajar disambut Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo Dr. Sabara Karim, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., jajaran pimpinan Persyarikatan dan universitas, serta mahasiswa peserta PPG.
Muhammadiyah Miliki 58 Sekolah di Gorontalo
Ketua PWM Gorontalo Dr. Sabara Karim mengatakan Muhammadiyah terus berikhtiar memperkuat kontribusi di bidang pendidikan. Saat ini, terdapat 58 sekolah Muhammadiyah di Gorontalo dengan tingkat kemandirian dan kondisi yang beragam.
Menurut Sabara, sebagian sekolah telah berkembang secara mandiri. Namun, sebagian lainnya masih menghadapi berbagai tantangan.
“Sebagian sudah mandiri dan sebagian lainnya masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, optimisme harus terus kita jaga,” ujarnya.
Sabara menilai kunjungan Fajar memberikan energi baru bagi Muhammadiyah Gorontalo untuk terus membangun dan memperbaiki kualitas sekolah.
“Kehadiran Pak Wamen Fajar memberikan semangat bagi kami untuk terus membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah Muhammadiyah di Gorontalo,” katanya.
Sementara itu, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong menegaskan komitmen kampus mendukung peningkatan mutu pendidikan dan menyiapkan guru profesional.
Kepercayaan pemerintah kepada UMGO untuk menyelenggarakan PPG, menurutnya, menjadi penyemangat universitas untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“UMGO akan terus mendukung penguatan pendidikan dan mempersiapkan calon guru yang profesional,” kata Abd. Kadim.
Fajar: PPG Perkuat Posisi Strategis UMGO
Fajar mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada UMGO dalam menyelenggarakan PPG. Menurutnya, program tersebut semakin memperkuat posisi strategis UMGO dalam menyiapkan guru profesional.
“PPG membuat UMGO semakin strategis. Kita membutuhkan guru yang kompeten, profesional, dan memiliki panggilan untuk mendidik,” ujar Fajar.
Ia meminta para peserta PPG terus meningkatkan kompetensi dan menjaga optimisme untuk menjadi guru terbaik.
Fajar juga menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagai inovasi untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru. Selain memperluas PPG dan sertifikasi, pemerintah menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) langsung ke rekening guru.
Langkah tersebut ditujukan agar penyaluran tunjangan berlangsung lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.
“Komitmen Presiden Prabowo sangat jelas: kompetensi guru harus meningkat dan kesejahteraannya juga harus diperkuat. PPG menyiapkan profesionalismenya, sedangkan TPG merupakan ikhtiar pemerintah meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Fajar menekankan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru harus berujung pada pembelajaran yang lebih bermutu bagi peserta didik.
Muhammadiyah Disebut Mitra Strategis Negara
Dalam kunjungannya, Fajar juga menegaskan posisi lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurut dia, kontribusi Muhammadiyah melalui sekolah dan perguruan tinggi telah membantu pemerintah memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
“Gorontalo berkembang dengan kontribusi Muhammadiyah. Membantu Muhammadiyah berarti membantu pemerintah karena lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat adalah mitra negara,” tuturnya.
Fajar mendorong UMGO dan Muhammadiyah di Gorontalo memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
Ia menilai kemajuan Muhammadiyah tidak hanya diukur dari bertambahnya amal usaha, tetapi juga dari kiprah kader dan alumninya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kunjungan ke UMGO juga disebut Fajar sebagai bagian dari amanat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir. Para kader Muhammadiyah yang mendapat amanah di pemerintahan diharapkan tetap menyapa dan menguatkan Persyarikatan saat menjalankan tugas di daerah.
“Karena dari Muhammadiyah kami berasal. Saya mendorong Muhammadiyah terus berkiprah, memperkuat kemitraan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Gorontalo,” ungkapnya.
Dua puluh enam tahun setelah datang sebagai mahasiswa UMS dan peserta MTQ, Fajar kembali ke Gorontalo dengan tanggung jawab yang berbeda. Jika dahulu ia datang membawa nama kampus sebagai peserta MTQ, kini ia hadir membawa amanah negara untuk memperkuat pendidikan.
Semangatnya tetap sama: menjadikan pendidikan sebagai jalan pengabdian sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. (*)
