35.1 C
Jakarta

UMS dan PCIM Bangkok Perkuat Pembelajaran Al-Qur’an

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Bangkok memperkuat pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat Indonesia di Thailand melalui pelatihan guru Al-Qur’an.

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM-KI) yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 20–23 Agustus 2026.

 

Program ini diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang mudah dan sistematis sekaligus meningkatkan kapasitas guru Al-Qur’an melalui metode Tsaqifa.

 

Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Wildan Shohib, S.Pd.I., M.Ed., Ph.D., mengatakan metode Tsaqifa dipilih karena memiliki pendekatan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang sederhana, sistematis, dan mudah diterapkan, khususnya bagi pemula.

 

“Metode Tsaqifa kami pilih karena pembelajarannya disusun secara sistematis dan praktis, sehingga memungkinkan peserta untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan tahapan yang jelas,” ujar Wildan, Senin (31/8/2026).

 

Gunakan Konsep Training of Trainers

 

Pelatihan guru Al-Qur’an tersebut menggunakan pendekatan Training of Trainers (ToT). Melalui pendekatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai metode Tsaqifa, tetapi juga dipersiapkan menjadi trainer yang mampu mengajarkan kembali metode tersebut kepada masyarakat.

 

Menurut Wildan, penguatan kapasitas trainer merupakan bagian penting dalam membangun sistem pembelajaran Al-Qur’an yang berkelanjutan.

 

“Kami berharap para trainer tidak hanya memahami metodenya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mentransfer ilmu tersebut kepada masyarakat,” katanya.

 

Model ToT memungkinkan dampak program tidak berhenti pada peserta pelatihan. Para trainer diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada peserta didik dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

 

Dengan pola tersebut, manfaat program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga Indonesia yang tinggal di Bangkok dan wilayah sekitarnya.

 

Hidupkan Nilai Islam di Bangkok

 

Wildan berharap guru Al-Qur’an yang telah mendapatkan pembekalan dapat menjadi penggerak pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat Bangkok.

 

“Dengan adanya para guru Al-Qur’an yang telah dibekali ini, dapat memberikan pembelajaran Al-Qur’an yang dapat diikuti dengan mudah oleh masyarakat setempat, untuk menghidupkan nilai-nilai Islam di tanah Bangkok,” ujarnya.

 

Menurutnya, keberadaan trainer yang memiliki kompetensi dalam metode pembelajaran Al-Qur’an menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pendidikan Islam yang berkelanjutan.

 

Terlebih, masyarakat Indonesia di luar negeri membutuhkan ruang pembelajaran agama yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

 

Perkuat Pengabdian Muhammadiyah di Tingkat Internasional

 

Kolaborasi UMS dan PCIM Bangkok melalui PkM-KI tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pelatihan. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun jejaring pengabdian yang dapat terus berjalan setelah kegiatan berakhir.

 

Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi Muhammadiyah di luar negeri menjadi salah satu bentuk perluasan manfaat pendidikan dan pengabdian masyarakat ke tingkat internasional.

 

Melalui pelatihan metode Tsaqifa, UMS dan PCIM Bangkok berupaya menghadirkan model pembelajaran Al-Qur’an yang praktis sekaligus membangun sumber daya manusia yang mampu meneruskan proses pendidikan kepada masyarakat.

 

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan pembelajaran Al-Qur’an secara berkelanjutan di komunitas Muslim Indonesia di Bangkok. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!