KLATEN, MENARA62.COM – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tampil gemilang dalam Sirkuit VI Panahan Jawa Tengah dengan memboyong empat medali emas. Kompetisi tersebut berlangsung di Lapangan Panahan Perpani Klaten, 22–29 Agustus 2026.
Empat medali emas itu masing-masing disumbangkan Hanun Nailal Husna melalui nomor Compound Mixed Team dan Compound Women Qualification, Qonita Syauqina pada nomor Compound, serta Dimas Maulana Dzaki Kusuma dari nomor Compound Men Team.
Capaian tersebut menambah daftar prestasi mahasiswa UMS di bidang olahraga sekaligus memperkuat kontribusi atlet muda Surakarta dalam kompetisi panahan tingkat Jawa Tengah.
Sirkuit VI Panahan Jawa Tengah diikuti atlet dari 16 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dalam kompetisi tersebut, Kota Surakarta berhasil keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi 11 medali emas, empat perak, dan dua perunggu.
Keberhasilan kontingen Surakarta tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pengurus Perpani Kota Surakarta, manajer, tim pelatih, orang tua atlet, hingga dukungan UMS yang menjadi lokasi pemusatan latihan panahan Kota Surakarta di kawasan Jajar, Surakarta.
Prestasi Jadi Motivasi
Ketua Perpani Kota Surakarta, Dr. Pungki Indarto, mengatakan capaian para atlet merupakan hasil dari proses panjang dan kerja bersama.
Menurut Pungki, keberhasilan tersebut patut disyukuri sekaligus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kemampuan atlet.
“Keberhasilan ini adalah buah dari rasa syukur. Rasa syukur itu bisa berwujud rida Allah atas apa yang telah kita upayakan. Karena itu, prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berusaha dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Ia menegaskan capaian pada Sirkuit VI bukanlah tujuan akhir. Para atlet masih harus mempersiapkan diri menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Karena itu, hasil pertandingan di Klaten akan menjadi bahan evaluasi untuk menyusun program latihan berikutnya.
“Ke depan kita harus tetap fokus pada agenda Porprov. Hasil ini juga harus dievaluasi dan ditindaklanjuti dalam program latihan,” kata Pungki.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip latihan, termasuk specificity dan reversibility, agar performa atlet dapat terus berkembang sekaligus dipertahankan.
UMS Dukung Pembinaan Atlet
Prestasi Hanun, Qonita, dan Dimas menunjukkan kontribusi mahasiswa UMS dalam pengembangan olahraga prestasi, khususnya cabang panahan.
Dukungan fasilitas dan pembinaan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan potensi di luar bidang akademik.
UMS juga menjadi markas pemusatan latihan panahan Kota Surakarta di kawasan Jajar. Keberadaan fasilitas tersebut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga dalam mendukung pembinaan atlet.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat daerah, tetapi juga menembus kompetisi nasional.
Empat medali emas yang diraih mahasiswa UMS dalam Sirkuit VI Panahan Jawa Tengah sekaligus menjadi suntikan motivasi untuk menghadapi agenda olahraga berikutnya.
Capaian itu diharapkan menginspirasi mahasiswa UMS lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi, baik dalam bidang akademik maupun olahraga. (*)
