31.8 C
Jakarta

Tak Bawa Buku, Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Belajar di Kolam

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Kolam renang berubah menjadi ruang belajar bagi siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Tanpa membawa buku pelajaran, para siswa justru membawa pakaian renang, perlengkapan mandi, dan keberanian untuk mencoba.

 

Kegiatan pembelajaran renang tersebut digelar di Bengawan Sport Solo, Selasa (1/9/2026). Aktivitas ini menjadi bagian dari pembelajaran untuk melatih kemampuan motorik sekaligus menggali potensi dan bakat siswa.

 

Siswa kelas III A mengikuti sesi pertama, kemudian dilanjutkan kelas III B pada sesi berikutnya. Untuk kelas III A, siswa diwajibkan tiba di lokasi maksimal pukul 07.00 WIB. Wali kelas bahkan hadir lebih awal pada pukul 06.30 WIB untuk memastikan seluruh siswa siap mengikuti kegiatan.

 

Sementara itu, siswa kelas III B masih mengikuti pembelajaran di sekolah hingga pukul 09.00 WIB. Setelah pembelajaran selesai, mereka menuju lokasi renang menggunakan kendaraan antar-jemput sekolah.

 

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Sri Sayekti, mengatakan kegiatan renang tidak sekadar menjadi aktivitas bermain di air. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pengalaman belajar yang memiliki banyak manfaat bagi perkembangan anak.

 

“Renang menjadi pengalaman belajar yang melatih motorik, keberanian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Anak-anak juga belajar mengikuti aturan dan menjaga keselamatan dirinya,” kata Sri Sayekti.

 

Belajar Tak Hanya dari Papan Tulis

 

Sri Sayekti menjelaskan pembelajaran bagi anak usia sekolah dasar tidak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kelas. Anak membutuhkan kesempatan untuk bergerak, mencoba, sekaligus mengalami secara langsung.

 

Melalui kegiatan renang, siswa berhadapan dengan pengalaman baru yang menuntut keberanian dan kemampuan beradaptasi. Mereka belajar memahami gerakan tubuh, menjaga keseimbangan, mengikuti instruksi, serta memperhatikan keselamatan diri dan teman.

 

Dalam kegiatan tersebut, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dwi Jatmiko dan Wali Kelas III A Danardono Sri Pamungkas turut mendampingi siswa.

 

Pengawasan dilakukan secara intensif agar siswa tetap tertib dan memperhatikan aspek keselamatan selama berada di area kolam renang.

 

Sebelum kegiatan berlangsung, sekolah juga memberikan sejumlah arahan kepada siswa. Mereka diminta membawa pakaian renang, perlengkapan mandi, serta plastik untuk menyimpan pakaian basah. Siswa juga diingatkan untuk tidak membawa makanan.

 

Menggali Bakat Melalui Pengalaman

 

Bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan, keberhasilan pembelajaran renang tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat siswa berenang atau siapa yang paling berani masuk ke kolam.

 

Proses menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Siswa diberi ruang untuk mencoba, menghadapi kesulitan, memperbaiki gerakan, hingga perlahan menguasai kemampuan baru.

 

Proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi guru untuk melihat keberanian, ketekunan, koordinasi gerak, serta potensi olahraga yang dimiliki setiap siswa.

 

“Pendidikan kadang tidak dimulai dari papan tulis. Ia bisa dimulai dari tepi kolam, ketika seorang anak memberanikan diri melangkah, lalu belajar mengapung dengan kemampuannya sendiri,” ujar Sayekti.

 

Dengan pendekatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung, sekolah berharap siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan motorik, karakter, dan kepercayaan diri yang semakin kuat.

 

Kolam renang pun menjadi ruang belajar alternatif yang menghadirkan pengalaman menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!