34.1 C
Jakarta

UMS Masuk Tiga Besar Kampus Islam Berkelanjutan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ mencatat lonjakan peringkat dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026. Kampus tersebut naik 26 peringkat secara nasional sekaligus masuk tiga besar perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) paling berkelanjutan di Indonesia.

 

Dalam pemeringkatan 2026, UMS menempati peringkat ke-48 nasional, meningkat dari posisi ke-74 pada 2025.

 

Capaian itu diumumkan dalam agenda pengumuman dan penganugerahan UI GreenMetric Sustainable University Ranking 2026 (National) di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

 

Selain kenaikan peringkat, UMS memperoleh sertifikat kepatuhan serta penghargaan sebagai 3 Besar Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Paling Berkelanjutan di Indonesia berdasarkan UI GreenMetric.

 

Wakil Rektor V UMS Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem keberlanjutan di lingkungan kampus.

 

“Peningkatan peringkat bukan sekadar capaian dalam pemeringkatan, tetapi menjadi dorongan untuk memastikan bahwa prinsip keberlanjutan semakin terintegrasi dalam tata kelola, pendidikan, riset, kemitraan, dan kehidupan kampus,” kata Supriyono, Rabu (16/9/2026).

 

Naik 26 peringkat

 

Pada UI GreenMetric 2026, sebanyak 217 perguruan tinggi dari 27 provinsi di Indonesia tercatat bergabung dalam pemeringkatan.

 

Menurut Supriyono, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan semakin luasnya perhatian perguruan tinggi terhadap pembangunan kampus berkelanjutan.

 

Bagi UMS, hasil pemeringkatan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai posisi dalam daftar peringkat. Capaian itu juga menjadi refleksi atas upaya membangun budaya keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

 

“Peningkatan peringkat, sertifikat kepatuhan, dan penghargaan sebagai 3 Besar Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Paling Berkelanjutan di Indonesia berdasarkan UI GreenMetric menjadi capaian yang memperkuat posisi UMS dalam gerakan keberlanjutan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

 

Supriyono mengatakan, keberlanjutan di UMS akan terus dikembangkan melalui kolaborasi antara sivitas akademika, pemerintah, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan.

 

Ia menekankan bahwa orientasi UMS bukan hanya pada keunggulan akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

 

“Ke depan, semangat UMS diharapkan terus berkembang melalui kolaborasi antara sivitas akademika, pemerintah, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

 

UMS, lanjut dia, akan terus menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari proses transformasi universitas.

 

“UMS akan terus berkomitmen menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan transformasi universitas,” ujar Supriyono.

 

Kampus harus menjadi contoh

 

Agenda pengumuman UI GreenMetric 2026 mengangkat semangat kolaborasi multisektor untuk mendorong transformasi kampus berkelanjutan di Indonesia.

 

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah hingga kementerian.

 

Delegasi UMS terdiri atas Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D.; Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., selaku Koordinator Bidang Reputasi Global; serta Rama Rizana, S.T., M.Sc., Koordinator SDGs Center.

 

Dalam sesi pengumuman dan penganugerahan peringkat nasional UI GreenMetric, Chairman UI GreenMetric Dr. Vishnu Juwono, S.E., MIA., menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong perubahan menuju keberlanjutan.

 

Menurut Vishnu, pendidikan keberlanjutan tidak cukup jika hanya disampaikan melalui satu mata kuliah.

 

“Kampus perlu memberikan contoh nyata melalui implementasi prinsip keberlanjutan dalam kehidupan dan tata kelola perguruan tinggi,” pesannya.

 

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan tidak berhenti pada materi akademik. Prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui tata kelola, kebijakan, aktivitas, serta budaya yang berkembang dalam kehidupan kampus.

 

Bagi UMS, peningkatan peringkat dari posisi 74 menjadi 48 sekaligus penghargaan tiga besar PTKIS berkelanjutan menjadi bagian dari perjalanan untuk memperkuat praktik keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!