SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 97 mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id resmi menyandang gelar Ners setelah mengikuti upacara pengambilan sumpah profesi, Rabu (16/9/2026).
Upacara pengambilan sumpah profesi Ners Angkatan ke-31 tersebut digelar di Al Azhar Azhima Solo Hotel. Seluruh lulusan dinyatakan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan (UKOM) melalui Computer Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).
Capaian tersebut sekaligus memperkuat prestasi Program Studi Ners UMS yang berhasil mempertahankan predikat akreditasi Unggul untuk lima tahun ke depan berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) Nomor 053/LAM-PTKes/Akr/Pro/VIII/2026.
Pengambilan sumpah dipimpin Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes., didampingi rohaniawan. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan naskah sumpah, penyematan pin, dan pemasangan slempang kepada para lulusan.
Ketua Program Profesi Ners UMS, Kartinah, S.Kep., Ns., M.P.H., mengatakan para mahasiswa telah menyelesaikan 36 SKS yang seluruhnya berupa praktik klinik di rumah sakit dan berbagai pusat pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah, 100 persen mahasiswa Profesi Ners Angkatan 31 ini lulus UKOM CBT dan OSCE,” kata Kartinah.
Berdasarkan Surat Keputusan Komite Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Bidang Kesehatan Periode 3 Tahun 2026 Nomor 150/PIM-Adhoc.UKOMNAS.Kep/VIII/2026 tertanggal 4 Agustus 2026, seluruh mahasiswa angkatan tersebut dinyatakan lulus uji kompetensi.
Selain kelulusan UKOM 100 persen, capaian akademik mahasiswa juga tercatat baik. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) selama menjalani praktik profesi mencapai 3,74, dengan IPK tertinggi 4,00.
Cetak 1.901 Alumni Ners
Kartinah mengatakan hingga saat ini Program Profesi Ners FIK UMS telah meluluskan 1.901 alumni. Jumlah tersebut menjadi bagian dari perjalanan UMS dalam menyiapkan tenaga keperawatan yang kompeten dan berintegritas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua mahasiswa, rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa, institusi pelayanan kesehatan di wilayah Solo Raya, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas di wilayah Kabupaten Sukoharjo yang telah mendukung proses pendidikan dan praktik klinik mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Tengah, Puguh Widiyanto, S.Kp., M.Kep., mengucapkan selamat kepada para lulusan.
Ia mengajak para Ners menjadikan pengambilan sumpah profesi sebagai titik awal untuk menjalankan pengabdian dan kerja nyata di tengah masyarakat.
Menurut Puguh, perawat memiliki peran penting dalam memberikan dukungan kepada pasien, tidak hanya melalui keterampilan profesional, tetapi juga kehangatan, empati, dan semangat kemanusiaan.
Kemajuan teknologi, kata dia, tidak menghilangkan kebutuhan terhadap sentuhan manusia dalam pelayanan keperawatan.
“Perawat memiliki peran penting dalam meningkatkan semangat hidup pasien. Meskipun teknologi makin canggih, profesi ini tidak bisa digantikan oleh robot,” ujarnya.
Puguh juga mengingatkan para lulusan untuk menjaga profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas. Setiap tindakan pelayanan kesehatan harus dilakukan dengan memperhatikan tanggung jawab profesi dan kode etik keperawatan.
“Jaga profesionalisme dan jaga etika. Jadikan keduanya sebagai pedoman dalam melaksanakan praktik keperawatan,” pesannya.
Sumpah Profesi Jadi Awal Pengabdian
Perwakilan mahasiswa, Ardito Dicky Pilang Gusbriananda, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada dosen, orang tua, dan almamater UMS.
Menurut Ardito, pendidikan profesi Ners memberikan pengalaman berharga melalui berbagai tugas akademik, praktikum, hingga praktik klinik yang menuntut kemampuan fisik dan mental.
Lebih dari sekadar teori dan keterampilan, pendidikan profesi juga mengajarkan pentingnya memandang pasien sebagai manusia yang membutuhkan perhatian, kehadiran, dan pelayanan yang tulus.
“Sumpah profesi yang baru saja kita ucapkan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi janji yang akan kita bawa ke mana pun kita bekerja,” katanya.
Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi Ners yang tidak hanya terampil dalam melakukan tindakan keperawatan, tetapi juga memiliki ketulusan hati dalam melayani pasien dan masyarakat.
Harapan serupa disampaikan perwakilan orang tua, Sigit Budi Raharjo, ayah dari Qonita Huwaida. Ia mengaku haru, bangga, dan bersyukur melihat para mahasiswa berhasil menyelesaikan pendidikan profesi Ners.
Sigit juga mengapresiasi civitas academica UMS yang telah membimbing dan mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Ia berpesan agar para lulusan menjaga amanah profesi, nama baik almamater, serta terus meningkatkan kompetensi agar mampu menjadi tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan profesional.
“Jadilah perawat yang tidak hanya bekerja dengan tangan dan keahlian, tetapi bekerjalah dengan hati dan keikhlasan,” pesannya.
Upacara pengambilan sumpah profesi Ners Angkatan ke-31 ditutup dengan doa dan harapan agar 97 lulusan tersebut segera mengabdikan ilmu yang diperoleh bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. (*)
