BEIJING, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) membawa sejumlah pengusaha Muhammadiyah untuk melihat langsung perkembangan perdagangan jasa, teknologi, dan inovasi di Tiongkok melalui SUMU Business Trip to Beijing, 8–14 September 2026.
Salah satu agenda utama dalam perjalanan bisnis tersebut adalah kunjungan delegasi SUMU ke China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026. Ajang ini menjadi ruang bagi peserta untuk mengenal lebih dekat perkembangan sektor perdagangan jasa sekaligus melihat berbagai inovasi dan solusi yang ditawarkan pelaku usaha.
Kunjungan ke CIFTIS tidak sekadar menjadi agenda melihat pameran. Para peserta juga memperoleh kesempatan untuk mengamati bagaimana perkembangan teknologi dan layanan terus bergerak serta membuka peluang baru dalam dunia usaha.
Interaksi dengan berbagai pihak selama kegiatan juga memperluas wawasan peserta mengenai potensi koneksi dan kerja sama bisnis yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Salah satu peserta, Jogie Suaduon, mengatakan kunjungan ke CIFTIS memberikan pengalaman baru karena peserta dapat melihat secara langsung perkembangan bisnis dan inovasi di Tiongkok.
“Bagi saya, CIFTIS memberikan pengalaman dan wawasan baru. Kita bisa melihat secara langsung bagaimana bisnis, teknologi, dan layanan berkembang begitu cepat,” ujar Jogie, 19 September 2026.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pengusaha di Indonesia, termasuk untuk melihat inovasi yang berpotensi diterapkan di Tanah Air.
“Dari sini kita bisa belajar, melihat apa yang bisa diterapkan di Indonesia, sekaligus membuka peluang untuk membangun koneksi dan kerja sama ke depan,” katanya.
Perjalanan Bisnis Kedua SUMU
Business Trip to Beijing merupakan perjalanan bisnis kedua yang diselenggarakan SUMU. Sebelumnya, organisasi tersebut membawa pengusaha Muhammadiyah dalam perjalanan bisnis ke Yiwu.
Jika kunjungan ke Yiwu memberikan pengalaman mengenai salah satu pusat perdagangan dan grosir dunia, perjalanan ke Beijing memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan sektor jasa, teknologi, dan inovasi.
Perbedaan karakter kedua kota tersebut menjadi pengalaman bagi peserta untuk melihat berbagai ekosistem bisnis dari perspektif yang lebih beragam.
Selain agenda bisnis, perjalanan SUMU di Beijing juga diisi dengan kunjungan ke sejumlah destinasi bersejarah dan ikonik, seperti Great Wall, Forbidden City, Summer Palace, serta Masjid Niujie.
Masjid Niujie menjadi salah satu destinasi yang memberikan pengalaman tersendiri bagi peserta. Masjid bersejarah tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang komunitas Muslim di Beijing selama lebih dari seribu tahun.
Kunjungan ke berbagai lokasi tersebut melengkapi perjalanan bisnis dengan pengalaman mengenal sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Tiongkok.
Bawa Pulang Wawasan dan Koneksi
Melalui kunjungan ke CIFTIS dan rangkaian kegiatan selama berada di Beijing, SUMU berharap peserta tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan, tetapi juga wawasan serta koneksi yang dapat mendukung pengembangan usaha.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya SUMU membuka wawasan para pengusaha Muhammadiyah terhadap perkembangan dunia usaha global.
Setelah Yiwu, Beijing menjadi bagian berikutnya dari perjalanan SUMU untuk memperluas jejaring, mengenal perkembangan bisnis dan inovasi di luar negeri, serta melihat peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut di Indonesia. (*)
