SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan kembali menghadirkan kajian keislaman melalui program NGETEH (Ngaji Enteng Entuk Hikmah). Kajian yang terbuka untuk masyarakat umum itu digelar di Masjid Al-Huda Gurawan, Pasar Kliwon, Surakarta, Selasa (29/9/2026) malam.
Mengangkat tema “Cas Iman: Ketika Hati Mulai Lelah dan Kosong”, kajian menghadirkan Ustaz Habib Asy Syuhada’, Lc., yang merupakan Bidang Dakwah PCPM Kota Bengawan.
Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan kehidupan modern yang kerap membuat seseorang larut dalam rutinitas, tekanan pekerjaan, dan berbagai persoalan kehidupan hingga berdampak pada kondisi spiritual.
Melalui konsep NGETEH, PCPM Kota Bengawan mengemas kajian agama secara santai dan mudah dipahami. Meski demikian, materi yang disampaikan tetap diarahkan untuk memberikan pemahaman keislaman yang mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kajian tersebut, Ustaz Habib mengingatkan kembali pentingnya memahami hakikat Islam dan iman sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Jibril. Rukun Islam dan rukun iman disebut sebagai fondasi utama yang perlu terus dijaga setiap Muslim.
Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian ialah tentang salat. Jamaah diajak tidak menjadikan salat sekadar rutinitas, tetapi melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan.
Salat juga perlu dijauhkan dari sikap bermalas-malasan maupun keinginan mendapatkan pujian manusia. Sebab, ibadah semestinya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus membentuk akhlak dalam kehidupan.
Selain itu, jamaah diajak memperkuat rasa syukur. Kemudahan untuk beribadah dan melangkahkan kaki menuju masjid merupakan nikmat yang patut disadari dan disyukuri.
Tiga Cara Menjaga Keimanan
Kajian juga membahas bagaimana menjaga iman agar tetap kuat dan istiqamah di tengah kehidupan modern.
Pertama, menjauhi maksiat. Menjaga diri dari perbuatan dosa dinilai penting karena kemaksiatan dapat melemahkan keimanan.
Kedua, berkumpul dengan orang saleh. Lingkungan pertemanan dan majelis ilmu dinilai dapat membantu seseorang memperoleh ketenangan sekaligus menjaga semangat dalam menjalankan kebaikan.
Ketiga, mengingat kematian. Kesadaran bahwa kehidupan dunia memiliki batas waktu diharapkan mendorong seseorang memperbanyak amal sebelum kesempatan berakhir.
Dalam kajian tersebut, jamaah juga diingatkan agar tidak terlalu terpaku pada urusan duniawi. Dunia dipandang sebagai tempat persinggahan sehingga kehidupan akhirat tetap menjadi orientasi dalam menjalani kehidupan.
Kajian NGETEH dimulai sekitar pukul 19.12 WIB setelah salat Isya. Selain diikuti jamaah secara langsung di Masjid Al-Huda, kegiatan juga disiarkan melalui live streaming kanal YouTube PCPM Kota Bengawan.
PCPM Kota Bengawan berharap program tersebut dapat menjadi ruang pembinaan dan pencerahan spiritual bagi masyarakat, terutama generasi muda di Kota Surakarta dan sekitarnya.
Melalui kajian yang dikemas ringan namun sarat hikmah, PCPM Kota Bengawan ingin mendorong para pemuda tetap memiliki ketahanan spiritual, produktif, serta mampu menjaga akhlak di tengah arus modernisasi. (AP/*)


