SOLO, MENARA62.COM – Berangkat dari persoalan keselamatan pekerja migran Indonesia (PMI), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengembangkan platform digital yang memadukan kecerdasan buatan (AI) dan blockchain.
Inovasi bernama Safe TKI itu dirancang untuk membantu calon dan pekerja migran memperoleh informasi yang lebih aman, transparan, dan terpercaya, termasuk ketika menghadapi situasi darurat di luar negeri.
Gagasan tersebut mengantarkan Yuanda Eka Saputra, mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS angkatan 2023, bersama tim meraih medali perak dalam Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE) 2026 di Osaka, Jepang.
Kompetisi dan pameran inovasi internasional yang diselenggarakan World Invention Intellectual Property Associations (WIIPA) itu berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Kansai Airport Conference Halls, Osaka.
Ajang tersebut mempertemukan pelajar, mahasiswa, peneliti, dan inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan, desain, serta inovasi yang menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata.
Safe TKI Padukan AI dan Blockchain
Yuanda mengatakan Safe TKI dikembangkan karena tim melihat pentingnya menghadirkan sistem yang dapat meningkatkan keamanan dan kepercayaan dalam proses migrasi kerja.
“Platform Safe TKI dikembangkan untuk menciptakan proses migrasi kerja yang lebih aman dan terpercaya melalui integrasi teknologi terdepan,” ujar Yuanda, Kamis (1/10/2026).
Platform tersebut dilengkapi sejumlah fitur, mulai dari verifikasi identitas, informasi pekerjaan yang terverifikasi, hingga edukasi pra-keberangkatan bagi calon pekerja migran.
Dengan pendekatan tersebut, Safe TKI tidak hanya diarahkan sebagai tempat memperoleh informasi, tetapi juga sebagai sarana pendampingan bagi calon PMI sebelum mereka berangkat bekerja ke luar negeri.
Teknologi blockchain digunakan sebagai bagian dari pendekatan untuk mendukung aspek keamanan dan transparansi data. Sementara teknologi AI diterapkan untuk memberikan layanan informasi secara lebih interaktif.
Ada Asisten AI hingga Fitur SAFE SOS
Salah satu fitur yang ditawarkan Safe TKI adalah Asisten AI. Fitur tersebut memungkinkan pengguna memperoleh pendampingan informasi secara interaktif terkait kebutuhan mereka.
Platform ini juga memiliki layanan SAFE SOS, yang dirancang untuk dapat diakses secara cepat ketika pekerja menghadapi situasi bahaya di luar negeri.
Integrasi berbagai fitur tersebut menjadi pendekatan tim dalam menghadirkan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada aspek keselamatan dan perlindungan PMI.
Menurut Yuanda, Safe TKI sejak awal tidak semata-mata dikembangkan untuk kebutuhan kompetisi.
“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat membawa nama PTI UMS di kancah internasional. Platform pengembangan Safe TKI ini berangkat dari kepedulian kami terhadap isu kemanusiaan dan keselamatan pekerja migran,” katanya.
Ia berharap Safe TKI dapat terus dikembangkan sehingga tidak berhenti sebagai karya inovasi yang dipamerkan dalam kompetisi internasional.
“Semoga inovasi ini tidak hanya berhenti di panggung kompetisi, tetapi dapat terus berkembang hingga memberikan dampak langsung bagi perlindungan PMI,” ujarnya.
Dinilai Layak Bersaing di Panggung Internasional
Dalam JDIE 2026, Safe TKI dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kebaruan, kreativitas, fungsi, dan potensi penerapan nyata.
Rangkaian penilaian tersebut akhirnya membawa inovasi mahasiswa PTI UMS meraih medali perak dalam kompetisi di Osaka.
Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Informatika UMS, Sukirman, S.T., M.T., Ph.D., mengapresiasi capaian Yuanda dan tim.
Menurut dia, prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan kompetensi teknologi dengan kepekaan terhadap persoalan sosial.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa PTI UMS memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta kapabilitas teknologi yang mampu bersaing secara global,” tutur Sukirman.
Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong mahasiswa PTI UMS lainnya untuk terus mengembangkan gagasan inovatif dan berani membawa karya mereka ke kompetisi internasional.
Bagi tim pengembang, medali perak JDIE 2026 menjadi pijakan untuk membawa Safe TKI ke tahap pengembangan berikutnya. Harapannya, inovasi teknologi yang lahir dari lingkungan kampus tersebut tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi keamanan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. (*)
