SOLO, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan ditorehkan Deneve Anindita Kusumaningrum, murid kelas 2A SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta. Deneve berhasil meraih juara pertama dan membawa pulang medali emas dalam Pemasalan Open Tournament Pencak Silat Piala Wali Kota Surakarta 2026.
Kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Indoor Manahan, Surakarta, pada Jumat hingga Minggu (9–11/10/2026). Deneve tampil pada kategori usia dini kelas tanding Under C Putri dengan memperkuat kontingen ITK Indonesia.
Atas pencapaian tersebut, Deneve berhak membawa pulang medali emas dan piagam penghargaan. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga sekaligus SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, yang terus mendorong murid untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi sejak usia dini.
Kejuaraan Pemasalan Open Tournament Pencak Silat Piala Wali Kota Surakarta 2026 diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperingati 78 tahun berdirinya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Orang tua Deneve, Mega Fitri Astuti dan Chandra Adhyaksa Pramuditya, mengungkapkan bahwa keikutsertaan putrinya dalam kejuaraan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Mereka ingin membentuk karakter anak melalui olahraga sekaligus menumbuhkan semangat untuk meraih cita-cita.
“Tujuan mengikuti event ini untuk melatih dan memupuk sportivitas serta motivasi diri agar terus berusaha meraih impian dan berprestasi,” ungkap keduanya.
Menurut mereka, pengalaman bertanding sejak usia dini diharapkan dapat membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, dan mampu menghargai perjuangan, baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.
Guru PJOK Apresiasi Prestasi Deneve
Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Sugiharko, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan Deneve meraih medali emas dalam kejuaraan tersebut.
Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi Deneve untuk terus meningkatkan kemampuan pencak silat, tanpa mengesampingkan kewajibannya sebagai pelajar.
“Saya mengapresiasi dan bersyukur atas hasil yang diraih Deneve. Semoga semakin rajin berlatih, tetapi tidak melupakan belajar. Keduanya harus berjalan seimbang agar prestasi di bidang olahraga dan akademik bisa berkembang bersama,” ujarnya.
Sugiharko juga berharap Deneve dapat terus mengembangkan potensinya sehingga kelak mampu menorehkan prestasi yang lebih tinggi dan mengharumkan nama sekolah maupun Kota Surakarta di tingkat yang lebih luas.
Ia turut mendorong Deneve untuk menjadikan atlet-atlet berprestasi sebagai inspirasi dalam perjalanan karier olahraganya, salah satunya Dela Kusumawati, atlet pencak silat dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga kedisiplinan, konsistensi berlatih, semangat pantang menyerah, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan.
Prestasi Deneve menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berprestasi dapat dimulai sejak bangku sekolah dasar. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan orang tua, dan semangat belajar yang terjaga, medali emas ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Deneve untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya. (*)

