Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Bisnis Ramah Lingkungan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Menanamkan jiwa kewirausahaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana. Siswa kelas X SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta membuktikannya melalui workshop ecopreneurship dengan praktik membuat kokedama, Jumat (16/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah dan dilanjutkan dengan praktik di halaman sekolah tersebut mengajak siswa mengolah bibit tanaman menjadi produk tanaman hias yang unik, estetis, dan berpotensi memiliki nilai jual.

 

Workshop ini menghadirkan President Director Desamind Indonesia Foundation, Hardika Dwi Hernawan, sebagai narasumber. Ia berbagi pengalaman mengenai pengembangan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep ecopreneurship, yakni kewirausahaan yang mengintegrasikan peluang bisnis dengan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk mengenalkan ekonomi hijau kepada generasi muda.

 

Kokedama, Tanaman Hias dengan Peluang Bisnis

 

Kokedama merupakan teknik menanam tanaman menggunakan media berbentuk bola tanah yang dibungkus lumut, serabut kelapa, atau bahan organik lainnya. Teknik ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa menggunakan pot konvensional sekaligus menghasilkan tampilan yang menarik.

 

Selain memiliki nilai estetika, kokedama berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif di bidang tanaman hias. Keunikan bentuk, pemilihan bibit, serta penggunaan bahan pembungkus menjadi unsur yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk.

 

Dalam workshop tersebut, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan kokedama. Mereka belajar mengenali bibit tanaman, menyiapkan media tanam, membentuk bola tanah, membungkusnya dengan bahan yang sesuai, hingga memahami cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

 

Melalui praktik tersebut, siswa memperoleh pengalaman mengubah bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai fungsi, keindahan, dan potensi ekonomi.

 

Pengalaman langsung ini juga mendorong siswa untuk memperhatikan kualitas produk, mengembangkan ide kreatif, serta memahami pentingnya ketelitian dalam proses produksi.

 

Belajar Berwirausaha Tanpa Mengabaikan Lingkungan

 

Lebih dari sekadar membuat tanaman hias, workshop ecopreneurship kokedama menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami hubungan antara kreativitas, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan.

 

Siswa didorong untuk melihat persoalan lingkungan di sekitar mereka sebagai peluang melahirkan gagasan dan solusi yang bermanfaat. Dalam prosesnya, mereka juga belajar bekerja sama, memecahkan masalah, berinovasi, serta menghargai setiap tahapan dalam menghasilkan sebuah produk.

 

Pendekatan ini memperkenalkan pemahaman bahwa keberhasilan usaha tidak semata-mata diukur dari keuntungan finansial. Aspek keberlanjutan, pemanfaatan bahan secara bijak, dan dampak terhadap lingkungan juga perlu menjadi pertimbangan dalam membangun usaha.

 

Kokedama menjadi contoh konkret bahwa peluang bisnis kreatif dapat dikembangkan dari sumber daya yang relatif sederhana. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang tepat, produk berbasis tanaman dapat menjadi alternatif usaha yang menarik bagi generasi muda.

 

Menyiapkan Generasi Muda Berjiwa Ecopreneur

 

Workshop ini sejalan dengan upaya SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata.

 

Melalui pengalaman praktik, siswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan di sekolah dengan peluang usaha di lingkungan sekitar. Mereka juga diajak membangun kepekaan terhadap persoalan lingkungan dan mengembangkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Pembelajaran ecopreneurship menjadi bekal penting untuk menumbuhkan generasi muda yang kreatif, mandiri, inovatif, dan memiliki tanggung jawab sosial maupun ekologis.

 

Ke depan, pemahaman mengenai keberlanjutan lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi tumbuh menjadi pola pikir dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui workshop kokedama ini, siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta diajak memahami bahwa menjaga alam dan membangun peluang usaha dapat berjalan beriringan. Dari sebuah bola tanah dan bibit tanaman, mereka belajar bahwa inovasi sederhana dapat menjadi langkah awal menuju kewirausahaan yang lebih ramah lingkungan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!