FAI UM Bandung Perkuat Mutu Pembelajaran Lewat Kajian Transformatif

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) memperkuat kualitas pembelajaran melalui pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan. Salah satu upayanya diwujudkan melalui Kajian Pembinaan Bulanan yang mengangkat strategi pembelajaran transformatif di era digital.

 

Kegiatan yang digelar pada Jumat (16/10/2026) pukul 07.30–10.00 WIB tersebut diikuti seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FAI UM Bandung. Selain memperkuat kompetensi akademik, kajian ini menjadi ruang pengembangan spiritual dan refleksi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi.

 

Koordinator Kajian, Dr Supala, MAg, merancang kegiatan tersebut sebagai forum penguatan kapasitas sekaligus refleksi metodologis terhadap dinamika pengajaran yang terus berkembang di era digital.

 

Hadir sebagai narasumber utama, Dr Hernawati, MPd, memaparkan penerapan strategi pembelajaran transformatif yang menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses pendidikan.

 

Menurut Hernawati, pembelajaran transformatif tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian materi. Pendidik juga perlu membangun ruang dialogis, mendorong refleksi kritis, serta memfasilitasi mahasiswa agar tumbuh menjadi pembelajar mandiri yang memiliki daya pikir dan kemampuan mengembangkan potensi diri.

 

Pendekatan tersebut menuntut dosen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan mendorong perubahan positif pada mahasiswa.

 

Sinergi Dosen dan Tendik Jadi Kunci Mutu Pendidikan

 

Wakil Dekan FAI UM Bandung, Dr Yudi Daryadi, MAg, mengapresiasi partisipasi seluruh elemen fakultas dalam kegiatan tersebut.

 

Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajaran dosen di ruang kelas, tetapi juga oleh kualitas pelayanan administrasi yang diberikan tenaga kependidikan.

 

Keselarasan antara visi akademik dosen dan pelayanan tendik, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk membangun atmosfer akademik yang mendukung pembelajaran transformatif.

 

Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur fakultas. Dosen dan tenaga kependidikan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif, kondusif, dan berorientasi pada pengembangan mahasiswa.

 

Metode Rasulullah Relevan dengan Pembelajaran Modern

 

Dalam sesi diskusi, Dr Supala menambahkan perspektif Islam untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai pembelajaran transformatif.

 

Ia menjelaskan bahwa metode pengajaran Rasulullah SAW mengandung nilai-nilai pendidikan yang tetap relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran modern. Nilai tersebut meliputi kasih sayang (rahmah), keteladanan (uswah), dan dialog kritis (musyawarah).

 

Nilai-nilai itu dapat menjadi landasan bagi pendidik dalam membangun hubungan pembelajaran yang humanis, memberikan teladan, serta membuka ruang dialog yang mendorong mahasiswa berpikir kritis.

 

Perspektif tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembelajaran transformatif tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual.

 

Melalui integrasi pendekatan pedagogis modern dan nilai-nilai Islam, FAI UM Bandung berupaya mengembangkan proses pendidikan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga membentuk pribadi mahasiswa yang berkarakter.

 

Dekan FAI UM Bandung, Cecep Taufikurrohman, PhD, menutup kegiatan dengan menegaskan komitmen fakultas untuk mempertahankan Kajian Pembinaan Bulanan sebagai tradisi akademik yang konstruktif.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana berkelanjutan bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk memperbarui wawasan, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan FAI UM Bandung.

 

Melalui penguatan kapasitas akademik dan spiritual secara berkelanjutan, FAI UM Bandung menargetkan terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman, berlandaskan nilai-nilai Islam, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!