Cegah Risiko Jatuh, Mahasiswa UMS Edukasi Lansia Karanganyar

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengenalkan pemeriksaan keseimbangan Fukuda kepada lansia pengidap hipertensi di Desa Jetis, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga keseimbangan tubuh untuk mendukung aktivitas sehari-hari yang aman dan mandiri.

 

Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fisioterapi UMS pada Minggu (27/9/2026) tersebut diikuti 33 lansia. Selain pemeriksaan keseimbangan, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, tinggi badan, dan berat badan.

 

Ketua Panitia, Galang Qiant Pratama, mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi sarana edukasi bagi lansia untuk lebih mengenali kondisi kesehatan sekaligus memahami faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh.

 

“Melalui pemeriksaan ini, lansia diperkenalkan pada cara sederhana untuk mengamati perubahan arah atau posisi tubuh saat berjalan di tempat dengan mata tertutup. Pemahaman mengenai keseimbangan itu kami harapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko jatuh dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Galang, Jumat (16/10/2026).

 

Menurutnya, keseimbangan tubuh berperan penting dalam menunjang kemampuan lansia untuk berdiri, berjalan, dan berpindah posisi dengan aman. Gangguan keseimbangan dapat memengaruhi kemandirian lansia sehingga perlu mendapat perhatian melalui edukasi, aktivitas fisik yang sesuai, dan pemantauan kesehatan secara berkala.

 

Kenali Keseimbangan Tubuh Lewat Tes Fukuda

 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Fisioterapi UMS memperkenalkan tes Fukuda sebagai salah satu metode penilaian keseimbangan. Pada pemeriksaan ini, peserta diminta berjalan di tempat dengan mata tertutup, sementara petugas mengamati perubahan arah dan posisi tubuh.

 

Pemeriksaan ini memberikan gambaran awal mengenai respons keseimbangan tubuh. Namun, Galang mengingatkan bahwa hasil tes Fukuda tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan adanya gangguan keseimbangan.

 

“Hasil tes Fukuda sendiri perlu dipahami sebagai salah satu bagian penilaian dan bukan satu-satunya dasar untuk menentukan gangguan keseimbangan,” jelasnya.

 

Karena itu, hasil pemeriksaan perlu dipertimbangkan bersama temuan lain dan, apabila diperlukan, ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

 

Sebelum menjalani pemeriksaan, para peserta mengikuti senam hipertensi pada pagi hari. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya mendorong lansia tetap aktif secara fisik dengan gerakan yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

 

Setelah itu, mahasiswa melakukan pemeriksaan kesehatan untuk membantu peserta mengenali sejumlah indikator kondisi tubuh. Pemantauan tekanan darah menjadi perhatian khusus mengingat peserta merupakan lansia dengan hipertensi. Pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat juga membantu meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.

 

Dorong Lansia Tetap Sehat dan Mandiri

 

Pada akhir kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan kesehatan, hipertensi, dan tes keseimbangan Fukuda. Edukasi tersebut diharapkan membantu lansia memahami kondisi tubuh serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan.

 

Upaya menjaga keseimbangan perlu disertai kebiasaan hidup sehat, aktivitas fisik sesuai kemampuan, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin. Lansia juga dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami pusing berulang, kesulitan berjalan, gangguan keseimbangan, atau keluhan lain yang mengganggu aktivitas.

 

Galang berharap kegiatan edukasi kesehatan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan di kalangan lansia.

 

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada momen pelaksanaannya saja, melainkan dapat menumbuhkan kegiatan positif yang berkelanjutan, serta menjadi motivasi para lansia untuk menerapkan kebiasaan sehat yang dapat mengurangi risiko terjatuh akibat ketidakseimbangan tubuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fisioterapi UMS berupaya memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan lansia. Pengenalan pemeriksaan keseimbangan, disertai edukasi dan pemantauan kesehatan, diharapkan dapat mendukung lansia menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, sehat, dan mandiri. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!