SURABAYA, MENARA62.COM — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, mengapresiasi pidato Presiden Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva, pada pembukaan Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, Jawa Timur, Ahad (18/10/2026).
Menurut Buya Amirsyah, gagasan dan arah kebijakan yang disampaikan Hamdan Zoelva menegaskan pentingnya mengembalikan marwah perjuangan organisasi melalui penguatan kemandirian ekonomi umat. Semangat tersebut sejalan dengan akar sejarah Syarikat Islam sebagai gerakan yang lahir dari perjuangan para saudagar Muslim.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Syarikat Islam yang secara konsisten mengusung tema besar ‘Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati’. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat sekaligus meningkatkan kapasitas saudagar Muslim di Indonesia,” ujar Buya Amirsyah dalam keterangannya kepada MUI Digital.
Dalam pidatonya, Hamdan Zoelva menegaskan tekad Syarikat Islam untuk mengembalikan khittah perjuangan organisasi kepada akar pendiriannya oleh Haji Samanhudi pada 1905, ketika organisasi tersebut masih bernama Sarekat Dagang Islam (SDI).
Buya Amirsyah menilai, kepemimpinan Hamdan Zoelva dalam mengawal dinamika organisasi selama hampir satu dekade turut mendorong penguatan kelembagaan dan kedewasaan organisasi. Penguatan peran Majelis Syura serta transformasi digital dalam tata kelola organisasi dinilai penting untuk meningkatkan efektivitas gerakan dan menjawab tantangan ekonomi global.
Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam yang berhimpun di MUI, Syarikat Islam memiliki visi yang sejalan dengan MUI, yakni mewujudkan masyarakat berkualitas (khairu ummah). Karena itu, penguatan dakwah ekonomi perlu menjadi gerakan bersama yang tidak hanya bertumpu pada organisasi, tetapi juga melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Buya Amirsyah juga menekankan pentingnya dukungan dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tokoh publik, dan kalangan akademisi, agar gerakan dakwah ekonomi dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung gerakan ekonomi kerakyatan yang diusung Syarikat Islam, terutama melalui penguatan koperasi di tingkat desa. Menurutnya, upaya mewujudkan keadilan ekonomi merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan sekaligus ikhtiar membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dakwah ekonomi harus diwujudkan melalui langkah nyata yang memperkuat kemandirian umat, memperluas kesempatan usaha, dan menghadirkan keadilan ekonomi. Dengan demikian, dakwah tidak hanya menjadi seruan moral, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

