Mahasiswa Penjas UMS Siap Berlaga di PORPROV Jateng 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melepas mahasiswa-atlet yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII 2026. Pelepasan berlangsung di Kampus 1 UMS, Jumat (16/10/2026), sebagai bentuk dukungan kampus terhadap pengembangan prestasi olahraga mahasiswa.

 

PORPROV Jawa Tengah XVII dijadwalkan berlangsung pada 25–30 Oktober 2026 di wilayah Semarang Raya, dengan pembukaan yang direncanakan di Stadion Jatidiri. Ajang olahraga tingkat provinsi ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah dan almamater.

 

Mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP UMS akan berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga, di antaranya rugby, pencak silat, panahan, petanque, anggar, dan tenis lapangan. Keikutsertaan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan potensi mahasiswa tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga prestasi nonakademik melalui olahraga.

 

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.

 

Menurutnya, keikutsertaan dalam PORPROV tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Kompetisi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan mental bertanding, dan pengembangan pengalaman mahasiswa dalam menghadapi persaingan.

 

Mahasiswa-atlet diharapkan mampu menunjukkan kedisiplinan, menghormati lawan, menaati peraturan, serta menjaga integritas selama bertanding. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang perlu diterapkan, baik di lingkungan kampus maupun dalam kompetisi olahraga.

 

Juara Bonus dari Proses Latihan

 

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKIP UMS, Dr. Nur Subekti, M.Or., mengapresiasi Program Studi Pendidikan Jasmani yang menggelar pelepasan mahasiswa-atlet sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.

 

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam olahraga harus dipandang sebagai hasil dari proses latihan, kerja keras, dan pengabdian yang dijalani atlet.

 

“Juara itu rezeki bonus dari latihan. Yang terpenting adalah proses dan usaha yang dilakukan. Juara merupakan hasil dari apa yang kita kerjakan,” demikian pesan yang disampaikan Nur Subekti.

 

Ia juga mendorong mahasiswa mempersiapkan diri secara optimal, menjaga kondisi fisik, serta membangun komunikasi yang baik dengan pelatih dan rekan satu tim. Persiapan terencana, konsistensi latihan, dan kemampuan mengelola emosi menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan.

 

Nur Subekti menambahkan, PORPROV dapat menjadi batu loncatan bagi mahasiswa-atlet untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Karena itu, mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kapasitas diri.

 

PORPROV Jadi Ajang Pengembangan Kompetensi

 

Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., mengatakan partisipasi mahasiswa dalam PORPROV Jawa Tengah XVII memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kompetensi di bidang pendidikan jasmani dan keolahragaan.

 

Pengalaman bertanding memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi kompetisi sesungguhnya.

 

Selain menguji kemampuan teknis, pertandingan juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan mental bertanding, memahami strategi kompetisi, serta mengenali aspek pembinaan atlet dan pengelolaan kebugaran.

 

“PORPROV bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang proses perjuangan, kedisiplinan, dan sportivitas. Kami berharap mahasiswa mampu memberikan penampilan terbaik, menjaga nama baik daerah dan almamater, serta menjadikan pengalaman ini sebagai bagian dari proses pengembangan diri sebagai atlet maupun calon tenaga profesional di bidang olahraga,” ungkap Eko Sudarmanto.

 

Menurutnya, pengalaman sebagai atlet memiliki nilai penting bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani. Selain meningkatkan keterampilan olahraga, pengalaman tersebut dapat memperkaya pemahaman mengenai pembinaan prestasi, strategi pertandingan, manajemen kompetisi, dan kesiapan mental atlet.

 

Partisipasi dalam kompetisi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang mendukung keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik. Mahasiswa diharapkan mampu mengelola waktu secara baik agar aktivitas olahraga tetap berjalan selaras dengan tanggung jawab perkuliahan.

 

Melalui pelepasan ini, FKIP UMS menegaskan komitmennya mendukung pengembangan potensi mahasiswa, termasuk di bidang olahraga prestasi. Dukungan tersebut diharapkan meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi PORPROV Jawa Tengah XVII 2026.

 

Menjelang pertandingan, para mahasiswa-atlet diharapkan menjaga kondisi fisik dan mental, mempertahankan konsistensi latihan, serta memperkuat koordinasi dengan pelatih dan tim masing-masing.

 

Pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni menjelang kompetisi, melainkan juga wujud kepercayaan institusi terhadap perjuangan mahasiswa dalam meraih prestasi. Dengan persiapan matang, semangat pantang menyerah, dan sportivitas, mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP UMS diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nilai-nilai positif olahraga ke tengah masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!