SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menjadi tujuan studi banding Universitas AMIKOM Yogyakarta untuk mempelajari strategi pengelolaan kehumasan, pemasaran, dan komunikasi digital perguruan tinggi. UMS dinilai memiliki praktik pengelolaan website dan konten digital yang menarik untuk dijadikan referensi pengembangan komunikasi institusi.
Kunjungan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 6, Gedung Induk Siti Walidah, Kampus 2 UMS, Senin (19/10/2026). Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran pengalaman sekaligus penjajakan penguatan kolaborasi ant perguruan tinggi.
Sekretaris Universitas UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat memperluas peluang kerja sama dan mendorong pengembangan strategi komunikasi yang bermanfaat bagi kedua institusi.
“Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kolaborasi dan pengembangan strategi komunikasi yang bermanfaat bagi kedua institusi,” kata Andy.
Andy menjelaskan, pengelolaan kehumasan UMS berada di bawah Sekretariat Universitas dan bersinergi dengan pengelolaan media, website, serta pemeringkatan. Keterpaduan sejumlah fungsi tersebut diarahkan untuk memperkuat penyebaran informasi sekaligus membangun reputasi universitas.
Sejak 2021, UMS terus mengevaluasi dan membenahi strategi komunikasi institusi, terutama dalam pengelolaan website, publikasi berita, media sosial, serta pemeringkatan. Langkah tersebut dilakukan agar setiap saluran komunikasi dapat saling mendukung pencapaian tujuan universitas.
Menurut Andy, kreativitas dalam mengemas aktivitas kampus menjadi konten yang menarik juga menjadi bagian penting dari strategi komunikasi digital UMS. Pemanfaatan momentum kegiatan, fasilitas kampus, hingga cerita di balik aktivitas universitas dinilai dapat meningkatkan daya tarik informasi sekaligus memperkuat identitas institusi di ruang digital.
AMIKOM Pelajari Strategi Kehumasan dan Marketing UMS
Kasubdit Kehumasan Universitas AMIKOM Yogyakarta, Puji Ariningsih, S.E., M.Kom., menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan kesempatan belajar yang diberikan UMS.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan memperoleh wawasan mengenai praktik pengelolaan kehumasan dan pemasaran yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan Universitas AMIKOM Yogyakarta.
“UMS menjadi salah satu perguruan tinggi yang ingin kami pelajari praktik pengelolaan website dan konten digitalnya,” ungkap Puji.
Ia berharap diskusi bersama tim UMS dapat menjadi referensi untuk mengembangkan strategi komunikasi publik, promosi, dan pemasaran yang lebih efektif.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak membahas sejumlah aspek strategis, mulai dari pembangunan citra dan reputasi institusi, pengelolaan media sosial, publikasi berita, produksi konten kreatif, hingga pengembangan komunikasi digital.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya koordinasi antara fungsi kehumasan dan pemasaran. Sinergi tersebut diperlukan agar program komunikasi dan promosi perguruan tinggi berjalan terpadu, konsisten, dan berkelanjutan.
Rombongan Universitas AMIKOM Yogyakarta terdiri atas enam orang, yakni Puji Ariningsih selaku Kasubdit Kehumasan; Alfie Nur Rahmi, M.Kom., selaku Kasubdit Pemasaran; Bernadhed, M.Kom., sebagai staf pemasaran; Yusnia Andra Puspitaloka, S.Kom., dan Baharuddin ’Ngamar Yusuf, S.I.Kom., sebagai staf kehumasan; serta satu anggota tim dokumentasi.
Sementara itu, UMS menerima rombongan melalui Andy Dwi Bayu Bawono dari Sekretariat Universitas, Kepala Humas dan Humed UMS Dr. Budi Santoso, M.Si., serta tim Humas dan Humed yang menangani produksi, media sosial, website, dan pemberitaan.
Melalui studi banding ini, UMS dan Universitas AMIKOM Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan serta mengembangkan praktik kehumasan dan pemasaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi komunikasi digital.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka peluang perluasan jejaring kerja sama ant perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik, efektivitas promosi, dan reputasi institusi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis. (*)
