BOYOLALI, MENARA62.COM – Keberhasilan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak cukup hanya mengandalkan promosi. Kepercayaan masyarakat, hubungan baik dengan lingkungan, dan keterlibatan seluruh warga madrasah menjadi kunci penting untuk meningkatkan jumlah murid baru.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Ust. Pujiono, S.Si., MM, saat bersilaturahmi ke Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Garangan, Rabu (21/10/2026).
Kedatangan Pujiono disambut langsung Kepala MIM Garangan, Heni, S.Pd., bersama jajaran guru. Madrasah tersebut berlokasi di Dusun Garangan RT 004/RW 004, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali.
Saat kunjungan berlangsung, kepala madrasah dan para guru tengah melaksanakan sosialisasi hasil Pendidikan Khusus Kepala Madrasah Muhammadiyah (Diksuskamad). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat strategi pengembangan madrasah, khususnya dalam menghadapi SPMB.
Empat Strategi Meningkatkan Keberhasilan SPMB
Dalam pertemuan tersebut, Pujiono menekankan bahwa penerimaan murid baru perlu menjadi gerakan bersama seluruh elemen madrasah. Upaya menjaring murid tidak cukup dilakukan menjelang tahun ajaran baru, tetapi harus dibangun melalui hubungan yang konsisten dan berkelanjutan dengan masyarakat.
Ia membagikan sejumlah strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan keberhasilan SPMB.
Pertama, membina hubungan dengan taman kanak-kanak (TK) sebagai mitra strategis. Kerja sama yang baik dengan lembaga pendidikan usia dini dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan MIM Garangan kepada calon murid dan orang tua sejak awal.
Kedua, memperkuat keterlibatan internal madrasah. Seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah hingga guru dan tenaga kependidikan, perlu memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam mengenalkan keunggulan lembaga pendidikan.
Ketiga, mengedepankan humanisasi atau membangun hubungan yang hangat dan memanusiakan setiap orang. Pelayanan yang ramah, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menumbuhkan kepercayaan.
Keempat, membudayakan silaturahmi secara berkelanjutan. Hubungan baik dengan orang tua, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan lingkungan sekitar perlu dirawat agar madrasah semakin dikenal dan dipercaya.
Guru Berperan Membangun Citra Positif Madrasah
Pujiono juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendukung pengembangan madrasah. Guru tidak hanya bertugas mendidik murid di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun citra positif lembaga pendidikan di tengah masyarakat.
Melalui sikap, pelayanan, komunikasi, dan interaksi sehari-hari, guru dapat ikut memperkenalkan nilai-nilai serta keunggulan pendidikan Muhammadiyah kepada masyarakat.
Karena itu, keberhasilan SPMB perlu ditopang oleh kesadaran bersama bahwa menjaga kualitas pembelajaran dan membangun hubungan baik dengan masyarakat merupakan dua hal yang saling berkaitan.
Madrasah yang mampu memberikan pelayanan pendidikan berkualitas sekaligus menjalin komunikasi yang baik berpeluang lebih besar memperoleh kepercayaan orang tua.
Silaturahmi Ketua FGM Boyolali ke MIM Garangan ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat semangat perjuangan, serta mendorong lahirnya strategi pengembangan madrasah yang lebih terarah dan berkemajuan.
Dengan penerapan strategi tersebut, MIM Garangan diharapkan semakin berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan terus menjadi pilihan pendidikan Islam yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa. (*)

