SOLO, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, meresmikan gedung baru Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id, Sabtu (24/10/2026). Kehadiran gedung baru ini diharapkan memperkuat kaderisasi Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan mahasantri.
Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi Pondok Shabran yang sejak awal dirancang sebagai pusat kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah. Gedung baru dengan fasilitas yang lebih representatif diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran, pembinaan kepemimpinan, serta pengembangan kualitas kader untuk menjawab tantangan zaman.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengatakan, Pondok Shabran memiliki nilai historis yang kuat bagi Muhammadiyah. Lembaga ini dibangun pada masa kepemimpinan Djazman Al Kindi dan dirancang sebagai pusat kaderisasi Persyarikatan.
Menurut Fajar, keberadaan Pondok Shabran hingga saat ini merupakan warisan penting atau legacy dari Djazman Al Kindi yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Fajar dalam acara peresmian gedung baru Pondok Shabran UMS. Sebelumnya, prasasti gedung telah ditandatangani Haedar Nashir dalam Sidang Senat Terbuka Hari Jadi ke-68 UMS, dengan disaksikan Fajar dan Rektor UMS, Harun Joko Prayitno.
Dalam prosesi peresmian, Haedar Nashir berharap gedung baru tersebut membawa keberkahan bagi seluruh aktivitas pendidikan dan kaderisasi di Pondok Shabran.
“Bangunan Pondok Shabran insyaallah menjadi bangunan yang berkah dan diberkahi oleh Allah,” tutur Haedar saat memotong pita peresmian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Badan Pembina Harian UMS, Marpuji Ali; Rektor UMS, Harun Joko Prayitno; Wakil Rektor III UMS, Mutohharun Jinan; serta mahasantri, pengasuh, pengajar, alumni, dan tokoh masyarakat setempat.
Alumni Shabran Dorong Kaderisasi Lebih Berkualitas
Bagi Fajar Riza Ul Haq, peresmian gedung baru Pondok Shabran bukan sekadar agenda kelembagaan. Sebagai alumni mahasantri Pondok Shabran UMS, ia mengaku senang sekaligus bangga dapat menyaksikan langsung perubahan fasilitas tempat dirinya pernah menimba ilmu.
Ia menilai, fasilitas yang semakin memadai dapat meningkatkan motivasi mahasantri dalam belajar dan memperkuat semangat berorganisasi, khususnya melalui Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Menurutnya, IMM menjadi salah satu ruang penting untuk mengembangkan kepemimpinan mahasiswa sekaligus memperkuat proses kaderisasi Persyarikatan.
“Dengan fasilitas Pondok Shabran yang semakin megah ini, dapat menumbuhkan motivasi bagi adik-adik mahasantri dalam belajar, begitu juga untuk memantik semangat mahasantri untuk lebih giat dan aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, sebagai organisasi penunjang kepemimpinan dan kaderisasi persyarikatan,” ujarnya.
Fajar juga berharap PP Muhammadiyah memberikan perhatian lebih besar terhadap Pondok Shabran sebagai salah satu institusi strategis dalam mencetak kader Muhammadiyah.
Ia menuturkan, alumni Pondok Shabran telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari lingkungan Persyarikatan hingga pemerintahan. Jejak pengabdian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasantri untuk mengembangkan kapasitas diri selama menempuh pendidikan di UMS.
Lebih jauh, Fajar mendorong agar persebaran atau diaspora kader Pondok Shabran semakin luas. Dengan demikian, para alumninya dapat berkontribusi di berbagai bidang dan wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Saya berharap nanti diaspora kader Pondok Shabran dapat meningkat, sehingga nantinya dapat berkiprah di banyak tempat. Nantinya, adik-adik mahasantri Shabran akan menjadi ujung tombak Persyarikatan di daerah 3T, hingga nanti dapat berkiprah di level yang lebih luas,” tegasnya.
Gedung Empat Lantai Dukung Aktivitas Mahasantri
Gedung baru Pondok Shabran UMS terdiri atas empat lantai yang dilengkapi 18 ruang kelas, dua ruang pertemuan, dan 80 ruang kamar mandi.
Fasilitas tersebut direncanakan menjadi pusat aktivitas mahasantri Pondok Shabran sekaligus menunjang pelaksanaan kegiatan Baitul Arqam mahasiswa UMS.
Kehadiran gedung baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kualitas sarana pembelajaran, tetapi juga memperkuat manajemen sistem kaderisasi Muhammadiyah.
Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, Pondok Shabran diharapkan terus berkembang sebagai pusat pendidikan dan pembinaan kader yang mampu melahirkan generasi berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki kapasitas kepemimpinan.
Pada akhirnya, penguatan Pondok Shabran menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menyiapkan kader-kader unggul yang siap melanjutkan perjuangan Persyarikatan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (*)
