SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta menghadirkan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda melalui kegiatan International Native Speaker bertema “Speak Globally, Shine Brightly!” pada Rabu (28/10/2026). Program ini dirancang untuk menumbuhkan keberanian berbicara, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus membuka wawasan global siswa sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan dua narasumber internasional, yakni Modou Khan dari Gambia dan Ayah H. M. Abusidu dari Palestina. Keduanya berinteraksi langsung dengan para siswa dalam suasana pembelajaran yang komunikatif dan menyenangkan.
Melalui program Bilingual, para siswa memperoleh kesempatan untuk mendengarkan, mencoba, dan mempraktikkan bahasa Inggris dalam komunikasi nyata bersama narasumber dari luar negeri. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari upaya sekolah membangun lingkungan belajar yang mendorong siswa berani berbicara tanpa takut melakukan kesalahan.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris tidak cukup hanya berfokus pada penguasaan kosakata dan tata bahasa. Siswa juga perlu dibiasakan menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta, Agus Triono, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, interaksi langsung dengan narasumber internasional menjadi pengalaman belajar yang inspiratif dan bermakna bagi peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan International Native Speaker ini. Anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk belajar dan berkomunikasi secara langsung dengan orang dari negara lain. Melalui pengalaman ini, kami ingin menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan motivasi mereka untuk terus belajar bahasa Inggris sejak dini,” ungkap Agus Triono.
Ia menegaskan, kemampuan berbahasa merupakan salah satu bekal penting bagi generasi masa depan. Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan pembelajaran yang konsisten dan membangun kebiasaan menggunakan bahasa Inggris di lingkungan pendidikan.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, memiliki wawasan global, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Upaya itu sejalan dengan slogan sekolah, yakni “Berakhlak, Cakap Bahasa, Siap Mendunia.”
Siswa Kelas 1 dan 2 Berani Berkomunikasi
Apresiasi juga disampaikan Ayah H. M. Abusidu dari Palestina. Ia memberikan tanggapan positif terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa, terutama peserta didik kelas 1 dan 2 yang dinilai telah menunjukkan kemampuan berkomunikasi dengan baik sesuai tahap perkembangan mereka.
Menurutnya, keberanian anak-anak untuk mencoba berbicara dan berinteraksi merupakan modal penting dalam mempelajari bahasa asing. Kemampuan tersebut perlu terus diasah melalui kesempatan praktik dan lingkungan belajar yang mendukung.
Apresiasi itu menjadi dorongan bagi para siswa untuk semakin percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris. Bagi sekolah, tanggapan positif dari narasumber internasional juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program Bilingual yang komunikatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pembiasaan berbahasa, interaksi langsung, serta kegiatan belajar yang menghadirkan pengalaman nyata diharapkan mampu memperkuat keterampilan komunikasi siswa secara bertahap.
Membuka Wawasan Global Sejak Dini
Lebih dari sekadar melatih kemampuan bahasa Inggris, kegiatan International Native Speaker juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal keberagaman negara, budaya, dan cara berkomunikasi dengan masyarakat dari berbagai belahan dunia.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan menanamkan keberanian untuk berinteraksi dalam lingkungan yang lebih luas.
SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta berkomitmen mengembangkan kegiatan serupa sebagai bagian dari inovasi pembelajaran Bilingual. Dukungan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan belajar bahasa Inggris secara berkelanjutan.
Melalui semangat “Speak Globally, Shine Brightly!”, sekolah terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga percaya diri, berwawasan global, dan berakhlak mulia.
Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan mampu melangkah lebih jauh, berani berkomunikasi dengan masyarakat dunia, serta mewujudkan cita-cita menjadi generasi yang siap mendunia. (*)


