SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 288 siswa SMP Muhammadiyah Al-Kautsar Program Khusus (PK) Kartasura mendapatkan pengalaman belajar teknologi digital secara langsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id. Mereka diajak menjajal teknologi Virtual Reality (VR) hingga menjelajahi dunia virtual Kampus 1 UMS melalui platform Roblox.
Kegiatan yang digelar Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Kamis (29/10/2026), tersebut menjadi sarana pengenalan inovasi teknologi pendidikan kepada generasi muda.
Tidak sekadar menyaksikan demonstrasi teknologi, para siswa mendapat kesempatan mencoba langsung berbagai karya inovatif yang dikembangkan PTI UMS. Mereka diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran, sarana eksplorasi, sekaligus ruang untuk mengembangkan kreativitas.
Ketua Program Studi PTI UMS, Sukirman, S.T., M.T., Ph.D., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK dalam mengenalkan perkembangan teknologi informasi kepada peserta didik sejak dini.
Dalam sesi pengenalan Virtual Reality, Sukirman mengajak para siswa merasakan pengalaman belajar di lingkungan virtual menggunakan perangkat Meta Quest 2.
Sejumlah inovasi PTI UMS turut diperkenalkan, di antaranya Jelajah PTI UMS, yakni media eksplorasi kampus berbasis web 3D yang dapat diakses melalui https://ptiums.id/jelajah.
Selain itu, siswa dikenalkan dengan UMSverse yang menghadirkan pengalaman menjelajahi lingkungan virtual menggunakan teknologi VR serta HajiMu VR, sebuah media simulasi pembelajaran ibadah haji secara interaktif.
“Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan UMSverse yang menghadirkan pengalaman menjelajahi lingkungan virtual melalui teknologi VR, serta HajiMu VR sebagai media simulasi pembelajaran ibadah haji secara interaktif,” ujarnya, Rabu (4/11/2026).
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika mereka mencoba permainan ritmis Beat Saber dan simulasi roller coaster dengan latar lingkungan prasejarah. Melalui perangkat VR, siswa dapat merasakan sensasi visual dan interaksi seolah-olah berada langsung di dalam dunia virtual.
Roblox Bukan Sekadar Permainan
Selain VR, PTI UMS juga mengenalkan potensi Roblox sebagai platform edukasi sekaligus sarana pengembangan kreativitas digital.
Materi tersebut disampaikan mahasiswa PTI UMS, Marchelin Revalino. Ia menunjukkan bahwa Roblox tidak hanya berfungsi sebagai platform permainan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mempelajari pemrograman, desain tiga dimensi (3D), hingga pembuatan konten digital.
Dalam kesempatan itu, Marchelin memperlihatkan karyanya berupa peta virtual Kampus 1 UMS yang dikembangkan menggunakan platform Roblox.
Melalui karya tersebut, para siswa diajak menjelajahi lingkungan kampus secara digital sekaligus memahami proses kreatif di balik pembentukan sebuah dunia virtual.
Mereka diperkenalkan pada bagaimana logika pemrograman, kreativitas, dan kemampuan desain berpadu untuk menghasilkan sebuah karya digital. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk menikmati atau mengonsumsi konten, tetapi juga dapat menjadi sarana menciptakan karya yang memiliki nilai edukatif.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari rombongan SMP Muhammadiyah Al-Kautsar PK. Perwakilan guru mengapresiasi sambutan dan pengalaman pembelajaran yang diberikan PTI UMS.
Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan siswa mengenai perkembangan teknologi informasi sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa teknologi dapat dikembangkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Salah seorang siswa juga mengungkapkan ketertarikannya setelah mencoba perangkat VR dan menjelajahi Kampus 1 UMS melalui Roblox. Pengalaman mengikuti simulasi ibadah haji hingga menyaksikan lingkungan virtual secara interaktif menjadi pengalaman baru yang berbeda dari penggunaan teknologi melalui layar smartphone.
Melalui kegiatan ini, PTI UMS menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendekatkan inovasi teknologi kepada generasi muda. Pengenalan VR, pengembangan dunia virtual, dan edukasi pemrograman diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta minat siswa untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi digital sejak dini. (*)

