30.4 C
Jakarta

Akibat di Bullying Meninggal di Bekasi Salah Siapa ?

Baca Juga:

Oleh : Jatiem *)

SURABAYA, MENARA62.COM – Dalam peristiwa pembullyan yang sering terjadi di sekolah khususnya baru-baru ini di salah satu sekolah di Bekasi yang berujung maut, patut menjadi perhatian serius untuk semua elemen bangsa. Masalah tersebut seakan tidak akan ada ujungnya artinya tidak dibatasi oleh waktu kapan, di mana saja, seakan bagai bom waktu yang setiap saat pasti meledak.

Sementara kita hanya bisa dan sering memberi label pada anak, guru atau sekolah yang selaku obyek bullying tersebut dengan label yang sangat menyakitkan. Sehingga kadang memberi label dan stigma negatif baik kepada anak, guru atau sekolah tertentu, sehingga nama baiknya sempat sedikit tercederai akibat dari peristiwa tersebut.

Padahal kalau kita cermati apa yang terjadi pada anak di sekolah tentu tidak berdiri sendiri. Tentunya integral dengan yang lain, misalnya bagaimana kondisi lingkungan rumah, lingkungan sekitar masyarakatnya. Secara realita banyak anak-anak bergaul dengan orang dewasa, baik lewat iseng begadang malam hari, juga realita di lapangan kita sering menyaksikan anak usia sekolah berada di giras berjam-jam bahkan semalam suntuk untuk nongkrong di giras tersebut dengan berbagai aktifitas dilakukan, kadang ada yang kecanduan game, lihat tiktok, vidio mesum, miras dan lain lain.

Kalau anak-anak kita selalu berada pada lingkungan dan komunitas yang biasa dilakukan pada umumnya orang dewasa, tentu sangat membekas dan berpengaruh pada karakter anak. Sehingga walau anak berada di lingkungan sekolah otomatis terbawa kebiasaan yang dominan pada lingkungan anak di luar sekolah, maka diperlukan suatu penangan yang sangat serius dari berbagai pihak yang terkait. Sehingga sumber permasalahan yang terjadi tertangani dengan baik, sebab apa yang terjadi pada anak baik itu bullyng, nyinyir, tawuran, malas belajar dan lain-lain itu merupakan akibat. Penyebabnya adalah ketika anak lebih banyak di luar rumah dan berada pada komunitas atau di lingkungan kelompok tertentu yang jauh dari edukatif itulah sebagai penyebabnya. Jadi sebaiknya kalau terjadi sesuatu di sekolah,  kita sebaiknya tidak langsung menjustice pada anak tersebut, namun mencari akar masalahnya.

Semoga dalam setiap kejadian, adanya penyadaran dan pelajaran bagi orang tua untuk lebih fokus dan perhatian pada putra putrinya sehingga tidak terjadi hal hal yg tidak diinginkan pada anak . Semoga bermanfaat . Aamiin.

*)kepsek SD Muhammadiyah 29 FDS Surabaya.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!