28.9 C
Jakarta

Anak Hebat Butuh Peran Aktif Orang Tua

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Keterlibatan orang tua, masyarakat, hingga media menjadi kunci lahirnya generasi berakhlak mulia dan berdaya saing. Pesan tersebut disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, saat mengisi kultum di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jumat (17/7/2026).

 

Dalam kegiatan yang diikuti warga sekolah itu, Ustaz Dwi mengajak seluruh elemen pendidikan memperkuat sinergi untuk membentuk generasi berkemajuan yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.

 

Menurutnya, pendidikan merupakan amanah bersama yang tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh pihak yang berada di sekitar anak.

 

“Konsep kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun mengingatkan bahwa setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas peran kita dalam membentuk karakter serta masa depan anak-anak,” ujarnya.

 

Ustaz Dwi menjelaskan, pembentukan karakter anak harus ditopang oleh Catur Pusat Pendidikan, yakni keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Keempat unsur tersebut harus berjalan selaras agar mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

 

Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama melalui keteladanan orang tua. Sekolah berfungsi menguatkan ilmu pengetahuan sekaligus karakter, masyarakat menghadirkan lingkungan sosial yang positif, sedangkan media harus menjadi sarana edukasi yang mencerdaskan.

 

“Jika empat pusat pendidikan ini berjalan bersama, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mampu menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

 

Menurutnya, kolaborasi tersebut semakin penting di tengah berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda, mulai dari pergeseran nilai moral, krisis keteladanan, pesatnya perkembangan teknologi, hingga ego sektoral yang dapat melemahkan tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.

 

Dalam kesempatan itu, Ustaz Dwi juga mengajak murid beserta orang tua membangun kebiasaan baik di rumah melalui gerakan One Day One Ayat, yakni membiasakan membaca Al-Qur’an setelah Salat Magrib.

 

Ia menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara istiqamah mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlak mulia.

 

“Jangan meremehkan satu ayat yang dibaca setiap hari. Dari kebiasaan kecil yang istiqamah akan lahir generasi besar yang memiliki iman kuat, disiplin, dan akhlak mulia,” tuturnya.

 

Kegiatan kultum tersebut menjadi bagian dari komitmen SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta dalam memperkuat pendidikan karakter pada Tahun Ajaran 2026/2027 melalui tema “Growing Together, Achieving Excellence”.

 

Melalui penguatan kemitraan dengan orang tua, sekolah yang telah berdiri sejak 1935 itu terus berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang saling mendukung untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!