25.2 C
Jakarta

Antara Jagung dan Kentang, Mana yang Lebih Baik untuk Menggantikan Nasi?

Must read

102 Wilayah di Indonesia Aman dari Wabah Covid-19, Warganya Boleh Beraktivitas Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa dalam menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan...

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

JAKARTA, MENARA62.COM — Beberapa orang menghindari nasi dan berusaha menggantikannya dengan sumber karbohidrat lain. Alasannya beragam, mulai dari menjaga kadar gula darah, ingin mencari alternatif yang lebih rendah kalori, atau tidak suka nasi. Jagung dan kentang sering menjadi pilihan. Namun, di antara keduanya mana yang lebih sehat?

Kandungan nutrisi jagung dan kentang

Jagung dan kentang juga merupakan sumber karbohidrat yang populer. Meski begitu, kandungan nutrisi keduanya ternyata berbeda. Jika dibandingkan, setiap 100 gram jagung mengandung 366 kalori, 69,1 gram karbohidrat, dan 9,8 gram protein. Sementara 100 gram kentang mengandung 62 kalori, 13,5 gram karbohidrat, dan 2 gram protein.

Selain itu, dalam jumlah yang sama, kentang tidak mengandung lemak sedangkan jagung mengandung 7,3 gram lemak. Kedua bahan makanan ini juga masih memiliki kandungan lain, seperti serat, beberapa vitamin, dan mineral, namun dalam jumlah yang berbeda.

Lantas, mana yang lebih baik?

Jika ditanya mana yang lebih baik untuk menggantikan nasi, keduanya sebenarnya sama-sama baik. Dilihat dari kebutuhan karbohidrat, jagung mengandung 28-80% kebutuhan karbohidrat harian. Sementara kentang mampu memenuhi sekitar 66-90% kebutuhan karbohidrat harian. Apalagi keduanya sama-sama mengandung gula sederhana yang kecil.

Meski mengandung gula sederhana yang rendah, indeks glikemik jagung bisa dikatakan lebih baik jika mau digunakan sebagai pengganti nasi. Berdasarkan tabel indeks glikemik dari Harvard Medical School, nilai indeks glikemik dari 100 gram jagung adalah sekitar 46 sedangkan 100 gram kentang memiliki indeks glikemik 78. Jagung juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi yang sekitar 73.

Meski lebih baik dalam menjaga kadar gula darah, sehat tidaknya akan tetap bergantung dari cara Anda mengolahnya. Apalagi semakin lama makanan dimasak, akan semakin tinggi pula indeks glikemiknya. Sebaiknya, olah kentang atau jagung dengan direbus atau dipanggang. Hal ini dapat menjaga sebagian besar nutrisinya.

Harus makan berapa banyak jagung atau kentang agar bisa menggantikan nasi?

Manusia memiliki kebutuhan gizi hariannya. Untuk memenuhinya, sekalipun mengganti jenis karbohidrat, Anda tetap harus mengetahui takarannya. Agar setara dengan nasi sebanyak 100 gram, Anda disarankan untuk makan 3 buah jagung berukuran sedang atau setara dengan 125 gram. Untuk kentang, Anda disarankan makan 210 gram kentang. (hellosehat.com)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

102 Wilayah di Indonesia Aman dari Wabah Covid-19, Warganya Boleh Beraktivitas Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa dalam menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan...

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...