25 C
Jakarta

Apotek UAD Miliki Ciri ‘One Stop Layanan Kesehatan’

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Kasiyarno M.Hum menandaskan Apotek UAD harus memiliki ciri khas tersendiri yaitu ‘One Stop Layanan Kesehatan.’ Artinya, seseorang yang datang ke Apotek UAD bisa mendapatkan pelayanan obat sari apoteker dan pelayanan kesehatan dari dokter.

Kasiyarno mengemukakan hal tersebut saat membuka Apotek UAD#2 di Ruko IBC Jalan Jambon Kricak, Tegalrejo Yogyakarta, Ahad (5/3/2017). Apotek ini merupakan apotek kedua yang dimiliki Universitas Ahad Dahlan Yogyakarta. Sedang Apotek UAD#1 ada di Jalan Cendana Yogyakarta.

Pembukaan Apotek UAD#2 ini ditandai dengan pengobatan gratis kepada warga sekitar Apotek. Pengobatan gratis ini selain untuk memperkenalkan kepada masyarakat juga untuk sebagai pengabdian kepada masyarakat. “Untuk memberi pelayanan, masyarakat yang datang ke Apotek UAD tidak harus membeli obat. Tetapi bisa konsultasi tentang obat yang dibutuhkan,” kata Kasiyarno.

Lebih lanjut Kasiyarno mengatakan pihaknya mempunyai impian untuk mendirikan apotek AUD di berbagai provinsi dan kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Untuk mewujudkannya, UAD diharapkan bisa bekerjasama dengan para alumni apoteker UAD yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Sedang Ketua Panitia Pembukaan Apotek UAD, Drs. Mohammad Safar Nasir, M.Si. Mengatakan Apotek UAD#2 sudah mulai beroperasi sejak 1 September 2016 lalu. Namun akibat ada sejumlah kendala, Apotek UAD#2 baru diresmikan, Ahad (5/3/2017).

Apotek UAD#2, kata Safar Nasir, dilengkapi dengan tiga orang apoteker. Sehingga masyarakat yang ingin mendapatkan obat langsung dilayani tenaga apoteker yang sudah profesional. Apotek UAD memiliki obat generik yang lengkap dan sejumlah peralatan kesehatan.“UAD memiliki banyak stok apoteker, sehingga pelayanan obat akan langsung ditangani apoteker,” kata Safar.

Selain itu, kata Safar, bulan Februari 2017 Apotek UAD #2 sudah dilengkapi dengan dokter kejiwaan. Setiap hari ada tujuh hingga sembilan yang melakukan pemeriksaan kejiwaan di Apotek UAD#2.

Omzet Apotek UAD#2 berkisar antara Rp 13 juta setiap harinya. Ditargetkan pada bulan Maret 2017, omzet bertambah menjadi Rp 50 juta per hari. Sedang omzet Apotek UAD#1 sudah mencapai Rp 90 juta per hari. “Saya yakin, di sini tempatnya cukup strategis dan belum banyak apotek sehingga prospeksnya sangat cerah,” katanya.

Penulis : Heri Purwata

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!