27.1 C
Jakarta

Baby Spa Hanya untuk Relaksasi Bukan Belajar Berenang

Must read

Tri Astuti: Bebas Sampah Bukan Berarti Tidak Boleh Menghasilkan Sampah Sama Sekali

Webinar HPSN 2021: Jawa Tengah Bebas Sampah Tahun 2025 SEMARANG, MENARA62.COM-Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017, Indonesia ditargetkan bebas sampah pada tahun 2025....

Solusi di tengah pandemi, Pemuda Muhammadiyah Bandung bagi-bagi beras

BANDUNG,MENARA62.COM - Bandung, 26 Februari 2021Pandemik Covid 19 melanda hampir di seluruh Negara tidak terkecuali Indoneisa. Sudah setahun berlalu sejak pandemi COVID-19...

Vaksinasi Guru, Bukti Aspek Pendidikan Penting untuk Putus Penularan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan program vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah Indonesia...

Kustini-Danang Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X melantik secara resmi Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sebagai Bupati dan Wakil Bupati hasil...

JAKARTA, MENARA62.COM – Tren baby spa yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban punya tujuan. Namun, jangan sampai salah persepsi soal tren baby spa di kalangan orangtua modern ini.

Baby Spa yang aktivitasnya melibatkan permainan dalam air, dengan berbagai alat stimulasi, jangan diartikan sebagai cara mengenalkan bayi dengan aktivitas berenang.

Menurut dokter spesialis perkembangan anak, dr Marcus M Danusantoso, SpA, baby spa tujuannya lebih kepada relaksasi.

“Baby spa sekadar untuk relaksasi, anak menjadi ceria dan happy,” katanya di sela temu media bersama Early Learning Centre di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jika tujuan orangtua adalah untuk mengajarkan atau mengenalkan berenang, maka caranya bukan dengan baby spa. Latihan berenang sebaiknya dilakukan di kolam renang, dengan area lebih luas, tekanan air juga berbeda yang membantu anak untuk merasakan air.

Sementara saat baby spa, dengan kolam yang kecil dan pendek, sebenarnya tidak ada efeknya jika tujuannya adalah mendapatkan manfaat berenang pada anak.

Menurut dr Marcus, jika ingin mengajarkan berenang pada bayi sebaiknya mulai usia 1,5 tahun, menyesuaikan dengan tumbuh kembang anak.  Orangtua juga harus memastikan, anak tidak memiliki alergi kulit selain melihat perkembangan anak. Kalau anak masih kesulitan mengontrol air masuk ke mulut, sedikit-sedikit masuk air ke mulut, ini juga perlu menjadi perhatian orangtua untuk memastikan apakah anak sudah siap berenang atau belum.(WAF)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tri Astuti: Bebas Sampah Bukan Berarti Tidak Boleh Menghasilkan Sampah Sama Sekali

Webinar HPSN 2021: Jawa Tengah Bebas Sampah Tahun 2025 SEMARANG, MENARA62.COM-Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017, Indonesia ditargetkan bebas sampah pada tahun 2025....

Solusi di tengah pandemi, Pemuda Muhammadiyah Bandung bagi-bagi beras

BANDUNG,MENARA62.COM - Bandung, 26 Februari 2021Pandemik Covid 19 melanda hampir di seluruh Negara tidak terkecuali Indoneisa. Sudah setahun berlalu sejak pandemi COVID-19...

Vaksinasi Guru, Bukti Aspek Pendidikan Penting untuk Putus Penularan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan program vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah Indonesia...

Kustini-Danang Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X melantik secara resmi Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sebagai Bupati dan Wakil Bupati hasil...

Nina-Lucky Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Hj. Nina Agustina Da'i Bachtiar, S.H., M.H., C.R.A. dan Lucky Hakim hari ini (Red: Jum'at, 26/02/2021) resmi menjabat sebagai Bupati dan...