JAKARTA PUSAT, MENARA62.COM – Ada yang berbeda dari kegiatan Jumat Berkah Rumah Sakinah Muhammadiyah (RSM) di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026). Jika biasanya bantuan makanan dibagikan dalam bentuk nasi bungkus, kali ini warga rentan diajak menikmati makan siang langsung di restoran nasi Padang.
Sebanyak 100 orang dari kelompok fakir miskin, anak yatim, warga rentan, pekerja informal, hingga korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mengikuti kegiatan yang digelar di sekitar rumah susun Conver, dekat Sekretariat Rumah Sakinah Muhammadiyah.
Program ini tidak sekadar membagikan makanan gratis. Rumah Sakinah Muhammadiyah ingin menghadirkan pengalaman makan yang lebih layak, meningkatkan asupan gizi, mempererat silaturahmi, sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Kepala Pengelola Rumah Sakinah Muhammadiyah, Ning Purbowati, yang akrab disapa Bu Titik, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas berbeda agar penerima manfaat dapat menikmati makanan secara langsung di restoran.
“Kami gelar Jumat Berkah ini agak beda dengan yang lain, kita ajak penerima manfaat makan di restoran. Sebanyak 100 orang dan akan terus bertambah, menikmati makanan nasi Padang di restoran yang berada di Conver rumah susun,” ujarnya.
Didampingi pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah, yakni Bunda Ecih, Bunda Cici, Bunda Anna, Bunda Okta, dan Bunda Ria, Ning Purbowati menjelaskan bahwa sajian makanan hangat dengan menu khas Padang disambut antusias oleh para penerima manfaat.
Menurut dia, program tersebut juga dirancang untuk menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar. Ke depan, pelaku usaha yang menjadi bagian dari program pembinaan ekonomi Rumah Sakinah Muhammadiyah diharapkan dapat turut dilibatkan.
Dani dan Joshua Bersyukur Bisa Makan Gratis
Kebahagiaan penerima manfaat terlihat dari ungkapan syukur mereka setelah menikmati hidangan. Dani, salah seorang penerima manfaat berusia 15 tahun yang tinggal di kawasan Pasar Jiung, mengaku senang mendapatkan makan siang gratis.
Dani sehari-hari bekerja sebagai pengamen dengan mengenakan kostum badut. Ia tinggal bersama ayahnya dan memperoleh penghasilan sekitar Rp50.000 per hari.
“Senang sekali dapat makan siang gratis, kami doakan semakin banyak rezeki dan berkah untuk Rumah Sakinah,” kata Dani.
Ungkapan serupa disampaikan Joshua, warga Kebon Kosong berusia 14 tahun yang sehari-hari mengemis di jalanan. Ia mengaku bersyukur bisa menikmati makanan, terutama di tengah cuaca panas.
“Kami sangat berterima kasih saat panas begini ada yang kasih makan, apalagi lauknya rendang, semoga Rumah Sakinah dapat berbagi terus,” ujarnya.
Kisah kedua remaja tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi sebagian anak dan keluarga rentan di perkotaan. Melalui program Jumat Berkah, Rumah Sakinah Muhammadiyah berupaya menghadirkan dukungan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Bukan Sekadar Berbagi, Rumah Sakinah Bangun Pemberdayaan
Rumah Sakinah Muhammadiyah didirikan oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selain menjalankan kegiatan sosial, lembaga ini mengembangkan program pemberdayaan yang diarahkan agar manfaatnya berkelanjutan.
Sejumlah program yang telah diluncurkan meliputi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), koperasi, dan lembaga pelatihan. Program-program tersebut diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kapasitas warga binaan dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Jumat Berkah menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial atau charity yang ditujukan untuk memperkuat hubungan Rumah Sakinah Muhammadiyah dengan masyarakat sekitar.
Rumah Sakinah juga mengembangkan kegiatan Ngaji Kamis. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang belajar agama, tetapi berkembang menjadi tempat bagi warga binaan untuk berbagi cerita dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Bendahara Rumah Sakinah Muhammadiyah, Bunda Ecih Sukaesih, yang juga istri Ketua RW 12 Rusun Conver, mengajak berbagai pihak mendukung keberlanjutan program tersebut.
Ia berharap bantuan melalui infak, zakat, dan sedekah dapat membantu meningkatkan pemenuhan gizi warga kurang mampu, terutama pekerja informal yang hidup dalam keterbatasan di kawasan perkotaan.
“Kegiatan Jumat Berkah ini perlu dukungan semua pihak. Kami yakin rezeki yang Bapak/Ibu berikan dalam program Jumat Berkah sangat meningkatkan gizi warga miskin di Kemayoran, Jakarta Pusat,” kata Ecih.
Rumah Sakinah Muhammadiyah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi melalui infak, zakat, dan sedekah untuk mendukung program sosial tersebut.
Melalui kegiatan Jumat Berkah, Rumah Sakinah Muhammadiyah berharap semangat berbagi tidak berhenti pada pemberian makanan, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan yang memperkuat kepedulian sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan membuka peluang kemandirian bagi warga rentan. (*)

