26.8 C
Jakarta

Fanatisme Suporter Bola di Sleman Kembali Makan Korban Jiwa, Raudi Akmal Desak Aparat Usut Tuntas

Baca Juga:

SLEMAN, MENARA62.COM – Politisi muda Kabupaten Sleman, dr. Raudi Akmal, menyayangkan kejadian bentrok sejumlah suporter bola dengan warga pada saat pertandingan Persis Solo vs Dewa United yang terjadi pada hari Senin lalu (25/7). Bentrokan itu memakan korban yakni Tri Fajar Firmansyah, warga Sleman dan juga anggota supporter PSS Sleman.

Tri Fajar merupakan korban yang juga bekerja sebagai tukang parkir pusat perbelanjaan di wilayah Babarsari. Tri Fajar mengalami gegar otak dan pendarahan hebat di kepala, koma seminggu sebelum menghembuskan nafas terakhir pada Senin siang (2/8).

“Tidak ada sepakbola seharga nyawa manusia. Saya rasa kalimat ini harus benar-benar dipahami oleh semua penikmat sepak bola,” katanya.

Ia pun mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Tri Firmansyah. “Saya semalam sudah bertemu dengan ayah korban dan sedih rasanya melihat beliau kehilangan anaknya yang menjadi korban kejadian bentrok supporter sepakbola ini,” ujar dr. Raudi Akmal.

Raudi juga mengatakan bahwa kejadian ini terus berulang, setelah hampir 3 tahun kita tidak merasakan euforia sepakbola. Tahun ini, momentum bola hadir kembali harusnya jadi penyemangat, pemersatu. “Tapi malah kita disuguhi dengan sikap-sikap anarkis yang bahkan merenggut nyawa. Fanatisme tentu boleh tetapi jangan sampai fanatisme ini malah mendorong ke arah tindak kekerasan. Hal ini selayaknya kita tinggalkan,” katanya.

Menurutnya, persoalan ini harus diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang benar. Aparat kepolisian perlu mengusut dengan tegas kasus ini. Dari pihak PSSI atau pun penyelenggara perlu memberikan tindakan tegas agar kejadian-kejadian ini tidak terus berulang. Harus ada yang bertanggung jawab. dr. Raudi Akmal yang juga anggota komisi D DPRD Sleman siap mengawal kasus ini hingga tuntas.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!