32.7 C
Jakarta

Catatan Kunjungan UAS ke Kalimantan Selatan

Baca Juga:

Bonni Febrian
Bonni Febrianhttp://menara62.com
Belajar istiqomah dan lebih bermanfaat

HULU SUNGAI TENGAH, MENARA62.COM – Ada yang menarik saat kunjungan Ustadz Abdul Somad (UAS) ke Kalimantan Selatan (Kalsel) , berdasarkan info dari Sahabat UAS Kalsel bahwa salah satu agenda UAS selama di Kalimantan Selatan adalah mengunjungi desa muallaf di Pegunungan Meratus.

Desa ini merupakan desa binaan Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam program Kampung Berkemajuan Muallaf, sebuah program yang meraih penghargaan Lazismu Award dalam ajang Rakernas tahun 2020.

Ustadz Hatta selaku Koordinator UAS Kalsel menuturkan kepada kami bahwa kunjungan yang sejatinya merupakan agenda sisipan ini memiliki makna yang besar karena merupakan amanah dan donatur sebuah masjid di Pegunungan Meratus yang dibangun oleh amil Lazismu.

“Ini adalah amanah almarhum Ustadz H. Saibani (donatur Masjid Ar Rahim),” ujarnya.

Menurut informasi dari Errie Norrahman, salah satu kader Muhammadiyah dan Pengurus Lazismu Hulu Sungai Tengah.(HST) mengatakan bahwa Masjid Ar Rahim itu asalnya adalah Mushalla Ar Rahim Pimpinan Ranting Muhammadiyah desa
Patikalain, Karena jemaah muallaf makin bertambah dijadikan masjid, dan sekalian diperbesar bangunannya .

” Nah H. Saibani ini adalah salah satu jemaah masjid Al-Jihad PCM 4 Banjarmasin, beliau donatur tunggal pembangunan masjid Ar Rahim, jadi semua pendanaan pembangunan sidin yang menanggung. Beliau telah berpulang bulan juli tahun lalu, beliau akrab dengan kawan kawan dari sahabat UAS Kalsel, dan amanah beliau sewaktu hidup adalah meminta UAS datang untuk menyapa muallaf jemaah masjid Ar-Rahim” kata Errie

Jembatan darurat desa Patikalain yang dibangun oleh MDMC (doc.Lazismu)

Dengan waktu hanya beberapa hari, kami menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan kunjungan tersebut.

Persiapan dilakukan sedetil mungkin mengingat kondisi jembatan dan jalan menuju desa tersebut yang kurang memadai untuk dilalui pasca banjir bandang beberapa waktu sebelumnya.

Errie menambahkan bahwa UAS yang tidak berlatar belakang Muhammadiyah membuat kami harus secara profesional tidak memakai atribut Muhammadiyah ataupun Lazismu untuk menghormati beliau, namun kami tetap menggunakan armada milik Lazismu untuk pengawalan selama perjalanan menuju lokasi di Pegunungan Meratus, meski kami harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak UAS , dengan alasan hanya ini mobil yang tersedia dan yang paling layak mengingat kondisi dan medan yang dilalui cukup berat. Jalan yang dilalui salah satunya melewati titik Jembatan darurat di desa Patikalain yang dibangun oleh personil MDMC dan Lazismu.

UAS Khatib Sholat Jum’at

Saat UAS menjadi khatib sholat Jumat, kami pun menawarkan kepada tim Sahabat UAS Kalsel, untuk melaksanakan sholat Jum’at dengan 2 kali adzan.

” Ustadz Hatta menegaskan, silakan memakai tata cara yang sudah biasa dilakukan di masjid ini (tata cara Muhammadiyah). Ia pun sudah menyampaikan kepada UAS bahwa masjid ini dikelola oleh Muhammadiyah. Sedetil itu kami mengatur untuk menghormati beliau” tambah Errie.

Alhamdulillah silaturahmi berjalan lancar sesuai dengan keinginan UAS. Tujuan utamanya adalah UAS dapat berinteraksi langsung dengan para muallaf. Terakhir, saat sebelum UAS pulang, Ustadz Hatta bahkan meneriakkan agar Lazismu merapat kepada UAS untuk berdialog dan foto bersama.

UAS pun berpesan kepada kami,
“Saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu kepada sesama umat Islam, akan tetapi kalian adalah dai dan mubaligh sesungguhnya karena menyampaikan Islam kepada yang belum Islam dan mereka mendapat hidayah” (Eri/Bon)

 

Sumber : Errie Norrahman – Pegiat Lazismu MDMC  Kabupaten HST

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!