25.6 C
Jakarta

Cegah Konflik Saat Pemindahan Ibu Kota, Pemerintah Perlu Bentuk Forum Lintas Etnis dan Agama

Must read

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

Sekelumit Kisah dari 75 Tahun Kereta Api Indonesia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari Kereta Api Indonesia (KAI) diperingati setiap tanggal 28 September. Di usianya 75 tahun kini terus meningkatkan pelayanannya. Transportasi umum yang...

We The Fest 2020 Hadir dengan Virtual Home Edition

BEKASI, MENARA62 – Festival musik We The Fest kembali hadir dengan format yang berbeda. Kali ini digelar secara virtual dengan mengusung tema,"A Virtual Festival...

Muhammadiyah Bangun Aula, Warga NU Ikut Kerja Bakti

Bukan hal aneh bin ajaib, jika keguyuban warga, bisa memecah "sekat" yang ada. Kisah bermula ketika Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan lembaga PAUD Aisyiyah...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kepala Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Harry Jogaswara mendorong dibentuknya forum lintas etnis dan agama terkait pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Forum yang sifatnya organik tersebut bertujuan mencegah munculnya konflik antar penduduk.

“Mesti ada forum yang sifatnya lintas etnik agama, tapi yang organik,” katanya dalam Seminar Nasional Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Penduduk di Kantor LIPI Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (28/11/2019).

Organik disini artinya dibentuk dari masyarakat itu sendiri, tidak karena bentukan. Pemerintah hanya perlu memfasilitasi pembentukan forum, antara lain dengan menyediakan pendanaan.

Ia mengatakan bahwa orang-orang yang kredibel dan dipercaya oleh sebagian besar anggota masyarakat mesti dilibatkan dalam forum lintas etnis dan agama tersebut.

Pemerintah daerah di lokasi, juga mesti cepat mengidentifikasi dan meredam benih-benih konflik yang muncul.

Harry mengatakan, potensi konflik dapat muncul dari masuknya pendatang ke daerah calon ibu kota baru, termasuk aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja untuk pemerintah pusat.

“Gelombang pertama kan ASN. ASN itu kelompok menengah. Kelompok menengah itu intelektual, jaringannya lebih kuat dan sebagainya,” katanya.

Mereka datang juga membawa identitas dan agamanya masing-masing. Tentu potensi konflik pasti ada.

Ia juga memperkirakan pemindahan ibu kota negara akan memicu perpindahan spontan orang-orang ke daerah calon ibu kota baru yang dianggap menawarkan kesempatan-kesempatan baru. Mereka juga membawa identitas dan agama masing-masing.

Kedatangan orang-orang dengan berbagai latar belakang etnis dan agama tersebut berpotensi menimbulkan konflik.

Berdasarkan konflik-konflik yang pernah terjadi di daerah lain, Harry mengatakan, pemetaan tentang kelompok-kelompok yang cenderung menguasai atau mengklaim satu wilayah tertentu perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik terkait pemindahan ibu kota negara.

Ia juga mengatakan bahwa sebaiknya pemerintah tidak menciptakan satu situasi atau sistem yang dapat memicu konflik.

“Jadi pemerintah sendiri nanti jangan menciptakan satu situasi atau sistem di mana misal pemilihan pejabat atau apa karena etnis atau agam tertentu. Tetapi lebih karena merit system,” katanya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

Sekelumit Kisah dari 75 Tahun Kereta Api Indonesia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari Kereta Api Indonesia (KAI) diperingati setiap tanggal 28 September. Di usianya 75 tahun kini terus meningkatkan pelayanannya. Transportasi umum yang...

We The Fest 2020 Hadir dengan Virtual Home Edition

BEKASI, MENARA62 – Festival musik We The Fest kembali hadir dengan format yang berbeda. Kali ini digelar secara virtual dengan mengusung tema,"A Virtual Festival...

Muhammadiyah Bangun Aula, Warga NU Ikut Kerja Bakti

Bukan hal aneh bin ajaib, jika keguyuban warga, bisa memecah "sekat" yang ada. Kisah bermula ketika Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan lembaga PAUD Aisyiyah...

Meski Pandemi, Curug Barong Tetap Punya Daya Tarik Bagi Warga Jakarta

Keindahan Obyek wisata di Bogor, Jawa Barat, memang selalu memanjakan mata dan membuat orang selalu ingin mengunjunginya. Bogor, memang dikenal kaya akan curug, dan...