BOYOLALI, MENARA62.COM – Persaingan antarsekolah di era digital tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran dan fasilitas pendidikan. Kemampuan membangun citra positif, memperkuat identitas visual, serta menghadirkan informasi yang mudah diakses masyarakat juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sekolah.
Menyadari tantangan tersebut, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggede berkolaborasi dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar workshop digital branding sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di MI Muhammadiyah Sempulur, Kabupaten Boyolali, Rabu (4/11/2026), tersebut diikuti 30 guru dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di lingkungan PCM Karanggede.
Workshop yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membangun identitas dan citra sekolah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Perwakilan Tim P2M UMS, Aditya Nur Cahyo, M.Eng., menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru dalam membangun identitas digital sekolah. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut lembaga pendidikan untuk semakin adaptif dalam memperkenalkan keunggulan dan karakter masing-masing sekolah kepada masyarakat.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Karanggede, Fatoni Afif Fauzi, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia mengapresiasi keterlibatan UMS dalam mendukung peningkatan mutu sekaligus memperkuat daya saing sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah Karanggede.
Website dan Identitas Visual Jadi Kunci
Dalam sesi utama, pemateri Ryan Rizki Adhisa, M.Kom., memaparkan strategi digital branding yang mengintegrasikan pemanfaatan internet dan pemasaran digital untuk membangun reputasi lembaga pendidikan.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pentingnya website resmi sekolah sebagai pusat informasi sekaligus representasi identitas lembaga di ruang digital.
Melalui website, sekolah dapat memperkenalkan profil, program unggulan, prestasi, hingga berbagai aktivitas pendidikan. Keberadaan platform tersebut juga memudahkan orang tua dan masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai sekolah.
Selain website, konsistensi identitas visual menjadi materi penting dalam workshop. Logo sekolah perlu dijadikan acuan dalam menentukan warna, desain, dan karakter konten digital agar komunikasi visual memiliki ciri khas yang mudah dikenali.
Peserta juga diajak memahami pentingnya mengikuti perkembangan tren digital dan memanfaatkan berbagai platform komunikasi. Namun, adaptasi teknologi harus tetap mempertahankan identitas serta karakter khas masing-masing sekolah.
Dengan demikian, kehadiran sekolah di ruang digital tidak sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi strategi membangun kepercayaan masyarakat.
Terintegrasi dengan Website dan Presensi QR Code
Ketua Tim P2M UMS, Arif Setiawan, M.Eng., menjelaskan bahwa workshop digital branding tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Pendampingan Transformasi Sekolah Berbasis Digital untuk Mewujudkan Sekolah Muhammadiyah Unggul di PCM Karanggede Kabupaten Boyolali.”
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan citra sekolah, tetapi juga mencakup pendampingan pembuatan website bagi AUM pendidikan serta pengembangan sistem presensi sekolah berbasis QR Code.
Menurut Arif, transformasi digital di lingkungan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Penyediaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan sekolah mengelola identitas dan membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
“Transformasi digital tidak cukup hanya dengan menyediakan teknologi, tetapi sekolah juga harus memiliki identitas digital yang kuat. Melalui pendampingan ini, kami berharap sekolah Muhammadiyah di Karanggede semakin siap membangun citra positif dan dipercaya oleh masyarakat luas secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, UMS dan PCM Karanggede berupaya mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah agar tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki tata kelola digital yang lebih baik.
Penguatan digital branding, pengembangan website, dan penerapan presensi berbasis QR Code diharapkan menjadi fondasi bagi transformasi pendidikan Muhammadiyah yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)

