SRAGEN, MENARA62.COM – Pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Peran orang tua dalam membangun karakter, menanamkan nilai agama, dan mendampingi tumbuh kembang anak menjadi faktor penting dalam melahirkan generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan mandiri.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Parenting Akbar yang digelar SMK Muhammadiyah 6 Gemolong, Sragen, dengan menghadirkan Ustaz Pujiono, pakar pendidikan yang tergabung dalam Tim Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) dan Penjamin Mutu Sekolah Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Mengangkat tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Mendidik Anak Saleh dan Salehah”, kegiatan yang berlangsung di area parkir sekolah itu diikuti wali murid kelas X, XI, dan XII.
Parenting Akbar tersebut menjadi ruang penguatan kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi peserta didik, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.
Kepala SMK Muhammadiyah 6 Gemolong, Umar Jahid, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah program baru sekolah yang diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.
Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Orang tua mempunyai tanggung jawab strategis dalam membangun karakter, membiasakan ibadah, menanamkan kedisiplinan, hingga mengawasi pergaulan anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam sesi utama, Ustaz Pujiono yang juga Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah (PonoesMu) Manafiul Ulum Sambi mengingatkan bahwa mendidik anak bukan sekadar memastikan mereka berangkat sekolah, memperoleh nilai akademik yang baik, atau menyelesaikan pendidikan dengan ijazah.
Lebih dari itu, pendidikan merupakan ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi yang beriman, beradab, mandiri, serta memiliki masa depan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan, sinergi orang tua dan sekolah harus dibangun melalui komunikasi yang terbuka, keteladanan, kepercayaan, serta kesamaan visi dalam mendidik anak.
Jangan sampai sekolah mengajarkan nilai-nilai kebaikan, tetapi anak justru menyaksikan kebiasaan yang bertolak belakang di rumah. Sebaliknya, orang tua juga tidak bisa berharap anak mengalami perubahan karakter tanpa memberikan pendampingan dan contoh nyata.
“Sekolah tidak bisa bekerja sendirian. Orang tua juga tidak boleh menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan kepada guru. Anak membutuhkan kehadiran dan keteladanan keduanya,” menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Ustaz Pujiono juga mengajak orang tua untuk tidak hanya berorientasi pada capaian akademik anak.
“Jangan hanya bertanya berapa nilai anak di sekolah, tetapi tanyakan juga bagaimana ibadahnya, adabnya, pergaulannya, dan tanggung jawabnya,” pesannya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan perlu dilihat secara utuh. Kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kekuatan iman, kematangan karakter, dan kemampuan anak bertanggung jawab terhadap dirinya maupun lingkungan.
Sebagai lembaga pendidikan kejuruan, SMK Muhammadiyah 6 Gemolong memiliki empat kompetensi keahlian, yakni Farmasi Klinis dan Komunitas, Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), serta Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKR).
Melalui keempat kompetensi tersebut, sekolah berkomitmen membekali peserta didik dengan keterampilan dan kompetensi kerja agar siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri serta tantangan masa depan.
Namun, penguasaan keterampilan profesional tidak boleh mengesampingkan pembentukan iman dan akhlak. Keduanya harus menjadi fondasi dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.
Melalui Parenting Akbar ini, SMK Muhammadiyah 6 Gemolong berharap kolaborasi antara sekolah dan keluarga semakin kuat dan berkelanjutan.
Sebab, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan yang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang saleh dan salehah, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sekolah mendidik, orang tua mendampingi. Sinergi keduanya menjadi fondasi penting untuk mengantarkan anak menuju masa depan yang tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga diridai Allah SWT. (*)
