25.6 C
Jakarta

Elite Politik Jangan Saling Provokatif

Must read

Riyadhus Shalihin Bab 2 Sesi Tanya Jawab

Rekaman LIVE : Kajian Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi Bab 2. Taubat Sesi Tanya Jawab oleh Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi, Ahad, 26 Juli 2020. Diproduksi &...

Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran, Pemerintah Luncurkan Program #temanKIP

JAKARTA, MENARA62.COM – Guna memastikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tepat sasaran, pemerintah meluncurkan program #temanKIP, Senin (3/8/2020). Program yang diinisiasi oleh...

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif...

Fenomena Anak Kita, Pergi Dicari, Pulang Dimarahi

Oleh: Ashari* KHALIL Gibran, filsuf dan sastrawan kesohor ini pernah membuat pernyataan mengejutkan bahwa anak kita bukanlah anak kita. Anak kita adalah milik zaman-nya. Apa...

JAKARTA, MENARA62.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir tak lelah mengingatkan dan mengajak elite politik dan semua komponen bangsa ini, untuk tidak saling provokatif. Mereka diminta untuk menahan diri dari pernyataan-pernyataan yang memicu naiknya tensi politik di Tanah Air.

“Mari kita bersatu, mengembangkan sikap ta’awun (bekerja sama) agar lebih produktif untuk bangsa ini. Para elite, turunkan ‘volume’ suara agar tidak timbul hal-hal yang bersifat provokatif yang berpotensi memecah belah,” ujar Haedar di Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan di Jakarta, Ahad (12/5/2019).

Haedar pun terus mengingatkan para elit politik di negeri ini, untuk mengembangkan suasana yang damai, bersatu, bersilaturahim. Kembangkan hal-hal positif dan produktif bagi bangsa ini.

Haedar juga mengajak warga Muhammadiyah untuk tetap menjadi pencerah bagi bangsa ini, sebagaimana diamanatkan dalam Tanwir Muhammadiyah Bengkulu beberapa waktu lalu.

“Bukan malah sebaliknya, banyak menghadirkan kegelapan. Tiap-tiap warga Muhammadiyah harus menjadi pusat pencerahan, bukan sumber kegelapan,” ujarnya.

Terkait dengan hasil Pemilu Serentak 2019 yang masih dalam proses penghitungan suara, Haedar menyerukan, bagi segenap anak bangsa untuk memercayai kinerja Komisi Pemilihan Umum. “Bila nanti 22 Mei sudah diputuskan, dan ternyata merasa ada yang tidak benar dalam proses pemilu, tempuhlah jalur hukum yang konstitusional melalui lembaga-lembaga hukum yang sudah ditentukan. Tidak usah memobilisasi massa yang justru bisa menimbulkan ekses negatif,” ujarnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Riyadhus Shalihin Bab 2 Sesi Tanya Jawab

Rekaman LIVE : Kajian Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi Bab 2. Taubat Sesi Tanya Jawab oleh Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi, Ahad, 26 Juli 2020. Diproduksi &...

Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran, Pemerintah Luncurkan Program #temanKIP

JAKARTA, MENARA62.COM – Guna memastikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tepat sasaran, pemerintah meluncurkan program #temanKIP, Senin (3/8/2020). Program yang diinisiasi oleh...

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif...

Fenomena Anak Kita, Pergi Dicari, Pulang Dimarahi

Oleh: Ashari* KHALIL Gibran, filsuf dan sastrawan kesohor ini pernah membuat pernyataan mengejutkan bahwa anak kita bukanlah anak kita. Anak kita adalah milik zaman-nya. Apa...

UMY Gelar Workshop Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Virtual Reality bagi Guru

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Pengembangan inovasi pada bidang pendidikan menjadi sangat penting khususnya metode pengajaran bagi guru sehingga dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Oleh...