27.3 C
Jakarta

Essay Penerapan Konsep Ecovillage Perumahan Bina Lindung Karya Mahasiswa Unkris Raih Penghargaan dari IAP Jabar

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Essay berjudul “Penerapan Konsep Ecovillage pada Perencanaan Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Perumahan Bina Lindung, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi” yang ditulis oleh mahasiswa Universitas Krisnadwipayana (Unkris) keluar sebagai juara harapan 1 dalam Lomba Essay Mahasiswa yang digelar Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jawa Barat bekerjasama dengan Program Studi Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Universitas Islam Bandung (UNISBA). Presentasi finalis sekaligus pengumuman pemenang Lomba Essay bertema Inovasi Perencanaan Wilayah dan Kota Berkelanjutan di Jawa Barat tersebut digelar Sabtu (22/10/2022) di ruang Studio UNISBA.

Essay yang ditulis Deevia Archana dan Hanif Abdillah tersebut disusun berdasarkan laporan program Pengabdian Masyarakat di RW 11 Perumahan Bina Lindung, Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi yang digelar mahasiswa prodi PWK berkolaborasi dengan Prodi Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil pada semester genap TA 2021/2022.

Dalam keterangannya, Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK) Unkris Dr Susetya Herawati menyatakan rasa syukur atas kemenangan mahasiswa Unkris dalam lomba essay antar mahasiswa tersebut. “Bersyukur pada akhirnya dari dua essay yang maju ke event lomba, satu diantaranya lolos,” kata Herawati.

Dalam essay tersebut, tim mahasiswa Unkris mencoba memberikan solusi terkait penataan Kota Bekasi terutama di Perumahan Bina Lindung. “Ini merupakan upaya memberikan sumbangan pemikiran penyediaan RTH bagi Kota Bekasi dengan memanfaatkan lahan sekitar kawasan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPST3R) sebagai kawasan RTH yang tertata sebagai fungsi social, fungsi pendidikan dan kawasan jogging track serta penataan sempadan Kali Sunter yang berada di kawasan tersebut sebagai fungsi ekologis,” jelas Herawati yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unkris.

Kegiatan perencanaan dan desain kawasan dilaksanakan oleh mahasiswa Prodi PWK dan Arsitektur, sedangkan penataan drainase oleh mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Kegiatan tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari warga dan Kepala RW Jati Cempaka.

Menurut Herawati, upaya-upaya ini merupakan langkah awal bagi para generasi muda planner untuk mengasah bagaimana melakukan perencanaan di lahan terbatas, namun mampu mensinergikan kepentingan lingkungan dan ekonomi, sehingga dapat menjadi kawasan yang semakin lestari dan sejahtera. “Permasalahan dan tantangan ini merupakan permasalahan yang nyata dan dihadapi oleh kota-kota metropolitan di Indonesia, sehingga peran planner, arsitek dan tenaga ahli sipil akan sangat dibutuhkan,” lanjutnya.

Herawati mengingatkan pada era Kampus Merdeka ini, para mahasiswa dituntut untuk mampu melakukan sinergi antara kegiatan penelitian dengan pengabdian masyarakat serta memberikan beberapa sumbangan pemikiran dalam menghadapi permasalahan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

Soroti Penataan Lingkungan

Kaprodi PWK Unkris Ir Renny Savitri, MT menjelaskan dalam essay tersebut mahasiswa Unkris menyoroti bagaimana pentingnya penataan lingkungan, sosial, dan ekonomi, dalam sebuah kawasan permukiman seperti Perumahan Bina Lindung, kelurahan Jati Cempaka.

“Kondisi lingkungan yang sesuai dengan tata aturan yang ada, akan memengaruhi bagaimana kondisi wilayah yang ditempati oleh masyarakat, serta dapat menjadi penunjang kehidupan yang lebih baik, sehat, dan aman secara berkelanjutan,” katanya.

Pun demikian dengan unsur sosial yang mengikat setiap manusia dalam bermasyarakat juga tak kalah penting, karena dengan kondisi sosial yang terjalin secara utuh dan mengikat, menjadikan masyarakat paham bagaimana cara untuk hidup dalam sebuah tata aturan secara bersama dalam wilayah yang ditinggalinya. Kemudian, dari segi ekonomi yang menjadi salah satu acuan tingkat kesejahteraan masyarakat, harus terus dikembangkan dan diberdayakan demi keberlangsungan kehidupan penduduk yang baik.

Pembangunan dengan konsep ecovillage lanjut Renny mengatur secara kompleks empat aspek, yaitu aspek ekologi, aspek sosial, aspek spiritual, dan aspek ekonomi, yang mengartikan bahwasannya desa berbudaya lingkungan harus mampu mengintegrasikan terkait aspek desain ekologis, agrikultur permanen, bangunan ekologis, produksi hijau, energi alternatif, bangunan masyarakat, dan lainnya.

Rukun Warga 011 merupakan salah satu yang ada di Kelurahan Jaticempaka berada di Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, dan merupakan pemekaran dari Kelurahan Jatiwaringin. Rukun Warga 011 kelurahan Jaticempaka memiliki 8 RT pada tahun 2022 dengan jumlah penduduk total 400 KK atau 1.600 jiwa dan tingkat kepadatan 166 jiwa/ha.

Perumahan Bina Lindung, Kelurahan Jaticempaka telah menerapkan konsep penataan kawasan berbasis lingkungan atau ecovillage, dengan menciptakan zona ruang terbuka hijau, taman bermain, serta pengolahan sampah secara terpadu. Penerapan konsep pembangunan kawasan seperti Perumahan Bina Lindung tersebut dapat diterapkan di berbagai wilayah perkotaan ataupun perdesaan di Indonesia.

“Konsep ecovillage ini akan membantu pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan dapat terealisasi. Tentunya dengan melibatkan semua dimensi kehidupan makhluk hidup, serta memperhatikan kualitas penduduk dan kualitas ekologis,” tandas Erlin Sukmarini, ST MSi, dosen pembimbing.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!