33.3 C
Jakarta

Rektor UMS Dorong Mahasiswa Aktif Berbahasa Inggris

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Semangat internasionalisasi dan penguatan kompetensi global mahasiswa mewarnai kegiatan Social Gathering of English Tutorial Program (ETP) 2026 yang digelar di ruang meeting besar lantai 2 Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (4/6/2026).

Acara yang berlangsung dalam suasana meriah tersebut menghadirkan berbagai penampilan (performance) dan narasi yang seluruhnya menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa yang telah mengikuti program pembelajaran bahasa Inggris selama dua semester sekaligus memperkuat budaya akademik berwawasan global di lingkungan kampus.

Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan komitmen dan ketekunan dalam mengikuti English Tutorial Program. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penutupan program, melainkan perayaan atas proses belajar dan perkembangan kemampuan mahasiswa.

“Selamat kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan dua semester dalam program ini. Ini adalah bentuk penghargaan atas ketekunan dan pertumbuhan yang telah dicapai selama proses pembelajaran,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Harun menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris saat ini menjadi kebutuhan penting di tengah era globalisasi. Bahasa Inggris tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan, kolaborasi internasional, hingga peluang karier di masa depan.

Ia mengungkapkan bahwa UMS terus memperkuat jejaring internasional dengan berbagai perguruan tinggi dunia, termasuk universitas-universitas ternama di Selandia Baru. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dan dosen memiliki kesempatan melanjutkan studi magister dengan dukungan akademik maupun fasilitas pendukung lainnya.

“Bahasa Inggris membuka banyak peluang internasional. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” katanya.

Lebih lanjut, Harun menekankan bahwa kemampuan berbahasa tidak cukup hanya dipelajari di ruang kelas. Mahasiswa perlu membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari agar keterampilan komunikasi terus berkembang.

Menurutnya, kesalahan dalam berbicara merupakan bagian alami dari proses belajar. Yang terpenting adalah keberanian untuk menggunakan bahasa tersebut secara aktif.

“Jangan takut salah. Bahasa dipelajari untuk digunakan. Semakin sering dipraktikkan, semakin baik kemampuan komunikasi yang dimiliki,” tegasnya.

Rektor UMS juga mengingatkan bahwa bahasa memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman lintas budaya. Kemampuan berkomunikasi yang baik dapat mengurangi kesalahpahaman, memperkuat empati, dan menjadi sarana membangun hubungan harmonis di tengah keberagaman global.

Pada kesempatan itu, Harun turut memperkenalkan perkembangan UMS yang kini memiliki tiga kampus, yakni kampus utama di Surakarta, kampus di Kalimantan Timur, dan kampus Bali yang berfokus pada pengembangan bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), teknologi informasi, dan industri kreatif.

“Keberadaan kampus-kampus ini menunjukkan komitmen UMS untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan Social Gathering of English Tutorial Program 2026 ditutup dengan berbagai penampilan mahasiswa yang menampilkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris secara kreatif dan interaktif. Melalui kegiatan tersebut, UMS berharap mahasiswa semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris sebagai bekal untuk berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menjadi sarana pengembangan keterampilan bahasa, acara ini juga memperkuat visi UMS sebagai kampus berkelas dunia yang mendorong lahirnya generasi muda berwawasan global, adaptif, dan siap berkolaborasi lintas negara. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!