26.5 C
Jakarta

“Gaja Betina” Jadikan Perkalian Semudah Menggerakkan Jari Tangan di SD Muhammadiyah PK Kottabarat

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Untuk meningkatkan kemampuan murid dalam keterampilan perkalian pada mata pelajaran Matematika kelas 3, diperlukan adanya inovasi dalam pembelajaran.

Seorang guru dituntut mampu mengelola sistem perkalian pada pembelajaran dengan situasi dan kesiapan murid. Guru juga dituntut dapat meningkatkan kreativitas dan daya imajinasinya dalam mengajar seperti menggunakan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang semenarik mungkin, sehingga murid menjadi tertarik untuk mengikuti pembelajaran.

Seperti yang dilakukan Rini Dewi Puspitasari, guru Matematika kelas 3 SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Dia memilih menggunakan media “Gaja Betina” sebagai alternatif solusi membantu murid dalam memahamkan konsep perkalian, Kamis (25/8/2022). Gaja betina merupakan akronim dari “gambar jari bermotif warna.”

Menurut Rini, pemilihan media Gaja Betina menjadikan pembelajaran lebih aktif dan efektif dalam memandu murid memahami konsep perkalian secara konkret. Selain itu, belajar perkalian Matematika menjadi semudah menggerakkan jari tangan.

Desain media Gaja Betina berupa gambar jari tangan kanan dan kiri pada kertas HVS. Media tersebut dilengkapi dengan bentuk-bentuk perkalian mulai dari perkalian 1 hingga perkalian 4.

Selanjutnya, Rini menyampaikan langkah-langkah dalam penggunaan media Gaja Betina, yaitu pertama, guru memberikan pertanyaan pemantik kepada murid terkait pemahaman tentang operasi perkalian menggunakan jari tangan.

Langkah kedua, guru membagi kelas ke dalam 7 kelompok beranggotakan 4 murid di tiap kelompoknya.

Langkah ketiga, setiap kelompok diberikan media Gaja Betina. Guru mendemonstrasikan cara penggunaan media Gaja Betina di depan kelas. Setiap kelompok diminta untuk membagi setiap gambar jari menjadi 4 bagian dan memberi 4 warna berbeda.

Pada ujung jari, warna 1 adalah warna merah, artinya perkalian angka 1. Kemudian di bawahnya adalah warna 2, yaitu warna kuning, artinya perkalian angka 2. Di bawahnya adalah warna 3, yaitu warna hijau, artinya perkalian angka 3. Terakhir, paling bawah adalah warna 4, yaitu warna biru, artinya perkalian angka 4.

Langkah keempat, setiap kelompok menyelesaikan lembar kerja yang sudah dibagikan. Hasil dari pengerjaan tiap kelompok selanjutnya di presentasikan di depan kelas. Semua pengerjaan yang sudah dipresentasikan, selanjutnya di tempel pada papan yang sudah disediakan.

“Setiap kelompok diminta untuk mengunjungi hasil dari kelompok lain. Semua kelompok sangat antusias dan kompak dalam melaksanakan semua alur kegiatan pembelajaran,” tutur Rini.

Menurut salah satu murid kelas 3, Rafif, kegiatan pembelajaran Matematika menjadi sangat seru dan  menyenangkan.

“Pembelajaran Matematika selalu seru dan Alhamdulillah, saya merasa senang bisa menyelesaikan lembar kerja secara berkelompok,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!