29 C
Jakarta

Gerakan Ketuk Pintu Efektif Temukan Penderita TB Baru

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Gerakan Ketuk Pintu yang digelar Kementerian Kesehatan di 34 propinsi pada kurun waktu  6-20 Maret 2017 berhasil mendatangi 565.798 rumah. Dari kunjungan ketuk pintu ini, kader kesehatan  berhasil melakukan skrining dan edukasi TB pada 1.590.529 orang.

“Petugas kesehatan juga menemukan warga terduga TB 91.049 orang, di antaranya sebanyak 4.950 orang terkonfirmasi TB,” kata Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pada Puncak Peringatan Hari TB Sedunia 2017, Sabtu (01/04/2017).
 
Menurut Menkes, Gerakan Ketuk Pintu cukup efektif untuk menemukan penderita TB. Gerakan ini sekaligus menjadi upaya nyata Gerakan Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) di masyarakat.
 
Hasil kunjungan dari pintu ke pintu ini diakui Menkes mampu menggambarkan bahwa insidens TB dari populasi Ketuk Pintu sebesar 331/100.000 (4.950/1.590.000).  Bila dibandingkan dengan insiden pada keseluruhan masyarakat yang dilaporkan sebesar 395/100.000 (WHO Global Report 2016), hal ini menunjukkan bahwa pendekatan melalui Ketuk Pintu sangat efektif  untuk capaian Case Detection Rate (CDR) di atas 70%.
Ketuk Pintu ini lanjut Menkes merupakan gerakan yang selaras dengan GERMAS dan Pendekatan Keluarga Sehat. Kedepannya gerakan ini akan menjadi suatu kegiatan terpadu dan semakin memperkuat Keluarga Sehat.
Menkes menjelaskan gerakan TOSS TB berupaya menemukan  pasien lalu mengobati sampai sembuh sehingga mereka dapat hidup layak, bekerja dengan baik dan produktif, serta  tidak menjadi sumber  penularan TB  di  masyarakat. 
 
Untuk memperkuat Gerakan TOSS TB, pemerintah bersama masyarakat telah memulai pula Gerakan Masyarakat  Hidup Sehat atau GERMAS dengan kegiatan utama antara lain (1) Peningkatan aktivitas fisik, (2) Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, (3) Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, (4) Peningkatan  pencegahan dan deteksi dini penyakit, (5) Peningkatan kualitas lingkungan, (6) Peningkatan edukasi hidup sehat. GERMAS ini didukung penerapannya melalui  Pendekatan Keluarga.
Pendekatan Keluarga dilaksanakan oleh Puskesmas dengan kunjungan rumah berkala oleh petugas kesehatan, guna : (a) melakukan deteksi dini masalah kesehatan, (b) pengobatan segera bagi yang sakit, (c) melakukan upaya promotif-preventif, dan (d) melakukan penanggulangan faktor risiko kesehatan dalam keluarga.
Adapun tantangan yang dihadapi dalam Pencegahan dan Pengendalian Tuberkulosis adalah menemukan dan mengobati semua penderita TB sampai sembuh.
- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!