30.8 C
Jakarta

Indonesia dan Italia Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi

Baca Juga:

LONDON, MENARA62.COM—Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro bertemu Menteri Ekonomi dan Keuangan Republik Italia, Pier Carlo Padoan, guna membicarakan upaya penguatan kerja sama ekonomi, antara kedua negara, seiring semakin intensifnya hubungan bilateral dalam berbagai bidang.

Dalam pertemuan tersebut Menteri Padoan menyampaikan pengalaman Italia dalam menghadapi situasi krisis ekonomi serta upaya Pemerintah Italia melakukan reformasi struktural dan menata kebijakan fiskal secara hati-hati, demikian Counsellor Penerangan, Sosial dan Kebudayaan (Pensosbud) Kedutaan Besar RI di Roma, Charles F. Hutapea, kepada Antara, hari ini.

Padoan, yang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) di Paris, juga memberikan apresiasi atas kemajuan perekonomian Indonesia yang begitu pesat dan stabil.

Dalam kesempatan itu, Bambang Brodjonegoro menyampaikan terima kasih atas masukan dari Menteri Padoan kepada dirinya tatkala masih menjabat Menteri Keuangan RI terkait konsep amnesti pajak (tax amnesty), yang berhasil dilaksanakan di Indonesia.

Hubungan bilateral RI-Italia semakin erat dalam beberapa tahun terakhir yang tercermin dari kunjungan Presiden Italia, Sergio Matarella, ke Jakarta November tahun 2015, serta pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, di sela-sela Konferensi G-20 pada 2014 dan 2016.

Bambang Brodjonegoro melakukan kunjungan ke Roma, Italia, untuk melakukan kampanye dan uji kepatutan terkait dengan nominasinya sebagai calon Presiden IFAD (International Fund for Agricultural Development atau Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian) periode 2017-2021.

IFAD merupakan salah satu badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang berkantor pusat di Roma dan bergerak dalam pendanaan internasional untuk pembangunan sektor pertanian. Bambang Brodjonegoro menjadi satu-satunya wakil Asia, dan memiliki pengalaman luas bekerja sama dengan IFAD sejak masih menjabat Wakil Menteri Keuangan RI selaku Gubernur IFAD Indonesia.

Dengan latar belakang pendidikan maupun pengalaman karir yang luas baik di bidang akademik, pemerintahan, maupun organisasi internasional, maka Bambang Brodjonegoro diharapkan bisa mendapatkan dukungan mayoritas dari negara anggota IFAD.

Presiden IFAD saat ini adalah Kanayo F. Nwanze dari Nigeria, yang masa jabatan untuk periode keduanya akan berakhir pada 31 Maret 2017.

Pemilihan Presiden IFAD akan dilaksanakan pada kesempatan Pertemuan Dewan Gubernur IFAD Sesi ke-40 tanggal 14-15 Februari 2017, yang akan diikuti oleh delapan kandidat terkemuka dari berbagai belahan dunia. Sementara itu, uji kepatutan bagi para kandidat dilaksanakan pada 20 Januari 2017.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!