30.8 C
Jakarta

Indonesia Summit 2023: Indonesia Perlu Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Iklim perekonomian makin dipenuhi ketidakpastian. Semula, banyak negara, termasuk Indonesia meyakini risiko pandemi akan segera berakhir. Namun kenyataan yang terjadi, risiko bergeser dari pandemi ke gejolak ekonomi global. Inflasi melonjak akibat gangguan pada supply chain dunia. Saat permintaan mulai pulih, pasokan tidak serta mampu mengimbangi. Mismatch antara permintaan dan penawaran ini menyebabkan kenaikan harga. Bagaimana dengan Indonesia?

Suahazil Nazara Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) mengatakan kondisi Indonesia saat ini cukup resilien. Konsumsi domestik masih terjaga, investasi meningkat, dan aktivitas produksi juga dalam taraf ekspansif yang ditunjukkan level PMI di atas 50. Menurutnya berkat kenaikan harga komoditas, Neraca Perdagangan Indonesia surplus dalam 29 bulan berturut-turut. “Ini yang membuat kita optimis di samping tetap waspada terhadap gejolak yang terjadi secara global”, ujarnya dalam kesempatan gelaran acara economic outlook bertajuk The Indonesia Summit 2023, diselenggarakan oleh Bank Danamon, Adira Finance dan MUFG Bank, pekan lalu.

Wamenkeu menjelaskan Indonesia perlu memikirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru, jika pandemi berakhir. Salah satu sumber pertumbuhan baru itu adalah hilirisasi industri minerba. Suahazil menjelaskan Pemerintah Indonesia sudah melarang ekspor komoditas minerba dalam bentuk mentah. “Hilirisasi industri minerba telah menambah lapangan pekerjaan dan secara langsung meningkatkan penerimaan negara,” ujarnya.

Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri

Presiden Joko Widodo selalu menekankan gunakan produk dalam negeri. Pada Tahun 2023 APBN mencapai lebih dari Rp 3.000 triliun dan hampir Rp 750 triliun di antaranya bisa digunakan untuk belanja produk dalam negeri. “Alokasi belanja ini, meski jangka pendek bisa menjadi sumber pertumbuhan baru,” tegas Suahazil.

Dirinya melanjutkan sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dalam jangka panjang, yaitu transformasi ekonomi hijau. Transformasi ini akan membuka banyak peluang baru dan untuk itu, Indonesia tidak ragu berkomitmen terhadap agenda perubahan iklim. “Indonesia berkomitmen menuju Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat dari tahun itu,” tegasnya.

Sementara untuk agenda semi jangka pendek dan saat ini sedang dalam proses, yaitu penyusunan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Permasalahan saat ini, lanjut dia, sektor keuangan Indonesia masih sangat dangkal sementara industri ini menghadapi disrupsi teknologi yang massif. “Maka diperlukan reformasi sektor keuangan dengan meningkatkan akses jasa keuangan. Kemudian memperluas sumber pembiayaan jangka panjang meningkatkan daya saing dan efisiensi, serta meningkatkan perlindungan investor dan konsumen,” tutupnya.

The Indonesia Summit 2023 merupakan ajang tahunan yang diinisiasi oleh Danamon sebagai forum diskusi terbuka yang menitikberatkan pada aspek ekonomi-politik Indonesia dan global. Rebuild The Economy 2023 menjadi tema utama di tahun ini, yang memiliki aspirasi menjawab tantangan ketidakpastian melalui kebijakan ekonomi dan industri yang lebih kuat. Melalui acara thought leadership ini, Danamon bersama Adira Finance dan MUFG Bank sekaligus menegaskan kembali komitmen grup dalam mendorong pertumbuhan ekosistem otomotif yang berkelanjutan di Indonesia.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!