31 C
Jakarta

Mahasiswa UNIBA Pimpin Salat Iduladha Balaikota Solo

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Ribuan jamaah memadati Halaman Balai Kota Surakarta untuk mengikuti pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sejak gema takbir berkumandang pada pagi hari.

Pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini menjadi istimewa karena imam yang memimpin salat merupakan mahasiswa muda penghafal Al-Qur’an dari Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta, Dedi Wahyudi, yang juga dikenal dengan nama Ust. Abdul Wahab Chasbullah Al Hafiz.

Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UNIBA Surakarta semester 4 itu tampil memukau dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu, tartil, dan penuh penghayatan sehingga menghadirkan suasana spiritual yang menyentuh hati jamaah.

Banyak jamaah mengaku terharu dan merasakan ketenangan selama pelaksanaan salat berlangsung. Suara imam muda tersebut dinilai mampu membawa suasana ibadah menjadi lebih khusyuk di tengah ribuan jamaah yang hadir.

Dedi Wahyudi diketahui aktif mendalami ilmu Al-Qur’an dan saat ini tengah menempuh pendidikan Qira’at Sab’ah di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta.

Penampilan imam muda itu juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, hingga jamaah yang hadir dalam Salat Iduladha di Balai Kota Surakarta.

Banyak pihak menilai kehadiran generasi muda penghafal Al-Qur’an seperti Dedi Wahyudi menjadi harapan besar bagi keberlanjutan syiar Islam dan lahirnya kader-kader Qur’ani di Kota Surakarta.

Kegiatan Salat Iduladha turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta, pimpinan DPRD, Kapolresta Surakarta, Kepala Kejaksaan Negeri, pimpinan Bank Indonesia, Kepala Kementerian Agama Kota Surakarta, serta sejumlah ulama dan tokoh masyarakat.

Usai salat, acara dilanjutkan dengan khutbah Iduladha yang disampaikan Dr. KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga pengorbanan ego, kesombongan, dan kepentingan pribadi demi kemaslahatan umat.

Ia juga mengajak umat Islam memperkuat ketakwaan, keikhlasan, persatuan, dan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Pelaksanaan Salat Iduladha di Balai Kota Surakarta berlangsung tertib, aman, dan penuh nuansa kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi simbol harmoninya sinergi antara ulama, pemerintah, generasi muda, dan masyarakat dalam menjaga syiar Islam dan memperkuat ukhuwah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!