25 C
Jakarta

Inilah Lima Tren Media Sosial 2017

Baca Juga:

SK PENDIRIAN ITBM BALI Keluar, MUHAMMADIYAH BALI Memiliki KAMPUS.

DENPASAR-MENARA62.COM. Alhamdulillah proses penyerahan SK Izin Pendirian ITBM Bali No. 499/E/O/2021 berjalan dengan lancar dan sukses. Rombongan tim pendiri ITBM Bali diterima dengan baik...

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius...

Penyelanggaraan FMTI akan Difokuskan pada Destinasi Super Prioritas

SAMOSIR, MENARA62.COM - Penyelenggaraan Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) yang digelar Kemendikbudristek akan difokuskan pada Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah Danau Toba di...

Keren! Asah Kreativitas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlatih Menggambar Anime

  SOLO, MENARA62.COM- Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan di sekolah dasar. Upaya mengasah kreativitas tersebut bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang...

JAKARTA, MENARA62.COM – Media sosial menjadi sesuatu yang paling cepat berubah dan memberi dampak yang besar terhadap pola komunikasi masayarakat. Forbes memperkirakan ada lima tren di media sosial yang akan mendominasi 2017 ini.

1. Berkirim pesan

Aplikasi berkirim pesan seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Viber dan WeChat memiliki pengguna yang lebih banyak daripada nama besar lain seperti Facebook, Twitter, LinkedIn dan Instagram.

Generasi milenial lebih memilih SMS dan over-the-top (OTT) messaging untuk berkomunikasi. Sebanyak 62 persen milenial lebih setia pada merk yang berkomunikasi melalui cara tersebut. Diperkirakan ada 2 miliar pengguna berkirim pesan OTT pada 2018.

Mengapa demikian? Orang lebih menyukai sentuhan personal, keterbukaan dan kolaborasi yang diberikan. Dunia bisnis sudah memanfaatkan platform social messaging tersebut, misalnya, di Facebook, cukup klik iklan dan akan dialihkan ke jendela pesan merk tersebut.

2. Melawan hoax

Setiap hari, orang mengakses berita melalui internet, tidak hanya televisi, radio dan koran. Mereka berisiko terpapar berita bohong alias hoax yang beredar dari berbagai situs internet.

Media sosial seperti Facebook dan Twitter sudah mengambil langkah untuk membendung hoax, akun penyebarnya tidak lagi dapat memasang propaganda di platform tersebut.

Generasi melek teknologi, yang sebagian besar mendapatkan informasi dari internet, menyukai kejujuran sehingga tergerak untuk memeriksa kembali berita yang mereka baca. Mereka menginginkan media lebih transparan dengan membagikan konten reportase.

3. Konten autentik

YouTube muncul dengan konsep membagikan video peristiwa nyata dan tidak disaring. Media sosial sekarang mengembangkannya dengan menawarkan video real time, seperti yang ditawarkan Periscope, Facebook Live dan Instagram.

Generasi milenial menyukai video live dan konten yang autentik. Media pun sering mengutip video siaran langsung untuk memberitakan acara besar. Di Amerika Serikat, generasi milenial merupakan penonton aktif dibanding kelompok usia lainnya pada 2016 dan diperkirakan begitu juga pada 2017.

4. Augemented reality

Lensa swafoto dari Snapchat membawa augmented reality ke dunia media sosial. Pokemon GO, meskipun bukan media sosial, menjadi sensasional pada 2016.

Diperkirakan platform media sosial lainnya akan bermain dengan augmented reality pada 2017. Mark Zuckerberg membenarkan Facebook sudah bereksperimen dengan augmented reality, baru-baru ini mereka mengakuisisi Masquerade, filter untuk selfie dan video.

Augmented reality juga memberi kesempatan bagi merk dagang untuk berkomunikasi dengan konsumen dengan membagikan pengalaman, tidak hanya informasi di media sosial.

5. Chatbot

Chatbot adalah kecerdasan artifisial (artificial intelligence / AI), yang dapat membuat percakapan dengan orang. Facebook mengintegrasikannya dengan Messenger, dunia bisnis juga memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan pelanggan.

Chatbots memperbaiki layanan konsumen dengan respons cepat pada komentar dan pertanyaan. Meski pun masih di tahap awal, chatbot terbukti dapat membantu konten yang berkaitan dengan konsumen dan transaksi. Kini, orang lebih menyukai layanan konsumen melalui media sosial daripada telepon karena dirasa lebih efisien dan cepat. (Forbes/Antara News)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SK PENDIRIAN ITBM BALI Keluar, MUHAMMADIYAH BALI Memiliki KAMPUS.

DENPASAR-MENARA62.COM. Alhamdulillah proses penyerahan SK Izin Pendirian ITBM Bali No. 499/E/O/2021 berjalan dengan lancar dan sukses. Rombongan tim pendiri ITBM Bali diterima dengan baik...

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius...

Penyelanggaraan FMTI akan Difokuskan pada Destinasi Super Prioritas

SAMOSIR, MENARA62.COM - Penyelenggaraan Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) yang digelar Kemendikbudristek akan difokuskan pada Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah Danau Toba di...

Keren! Asah Kreativitas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlatih Menggambar Anime

  SOLO, MENARA62.COM- Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan di sekolah dasar. Upaya mengasah kreativitas tersebut bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang...

Pemberian dan Perubahan Nama Itu Adalah Untuk Kemaslahatan

JAKARTA, MENARA62.COM- Pemberian nama terhadap seseorang baik oleh orang tuanya atau oleh orang lain dengan nama yang baik itu diharapkan ada maslahatnya. Atau tepatnya...