25.6 C
Jakarta

Inilah Sosok Perempuan Di Balik Pembangunan Jembatan Lengkung LRT Kuningan

Must read

Dorong Kreativitas Anak Muda pada Masa Pandemi AXIS Gelar POP Up Campus Live Streaming

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 tak menyurutkan inisiatif XL Axiata untuk melanjutkan program-program dukungan untuk kalangan muda. Melalui AXIS, program tahunan AXIS POP Up...

Bantu Masyarakat, Dosen UMY Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pedak Bantul

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Muhammad Zakiy, M.Sc, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di dusun Pedak, Desa Trimurti, pada...

Pandemi Covid-19, Dorong Inovasi dan Percepatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Belajar Mengajar

JAKARTA, MENARA62.COM -- Suka atau tidak dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya termasuk dalam kegiatan belajar mengajar....

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh...

JAKARTA, MENARA62.COM – Jembatan lengkung panjang (long span) LRT yang melintas di atas perempatan Kuningan, Jakarta Selatan tidak akan pernah terpasang tanpa ada campur tangan perempuan bernama Arcilla Delitriana. Perempuan yang akrab disapa Dina tersebut merupakan ahli jembatan dari Fakultas Tehnik Sipil ITB.

Dengan kepiawiannya, Dina berhasil mendesain jembatan lengkung LRT yang cukup rumit tersebut. Alhasil jembatan lengkung panjang tersebut pun dapat terpasang di atas perempatan Kuningan dan menjadi penghubung lintasan LRT jalan Rasuna Said dengan lintasan di Jalan Gatot Soebroto.

“Jembatan ini lokasinya paling sulit dan tantangannya paling besar. Saya mengusulkan suatu struktur yang paling panjang untuk struktur lengkung. Berkat kerjasama dan kepercayaan dari Adhikarya bahwa kami bisa mendesain sehingga PT. Adhikarya bisa melaksanakan dengan baik,” ujar Dina.

Ia mengaku ‘Jembatan Lengkung Panjang’ merupakan inovasi dari jembatan-jembatan yang sebelumnya sudah pernah ia kerjakan. Di mana proses pembangunan Long Span memang harus dilakukan super hati-hati, sebab di bawahnya terdapat beberapa ruas jalan termasuk jalan tol.

“Perempatan kuningan memiliki arus lalu lintas yang ramai dan sibuk, namun sudah ada struktur jalan lain. Seperti jalan tol lingkar dalam, flyover jalur arteri, perempatan Kuningan yang sangat sibuk, underpass Mampang menuju kuningan. Ini menjadi tantangan tersendiri,” lanjutnya.

Bentangan LRT yang sifatnya lengkung tersebut memiliki panjang sekitar 148 meter. Ini merupakan jembatan lengkung terpanjang di Indonesia. Supervisor konsultan projek ini dari Jepang menyetujui bahkan mengapresiasi inovasi tersebut. Desain tersebut sudah dicek dan disertifikasi Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan dari Kementerian PUPR dan telah disetujui konsultan internasional untuk pembuatan lintasan LRT.

Menristek Bambang mengatakan Kemenristek/BRIN selaku pembina riset dan inovasi di Indonesia, mengapresiasi dan mendukung Inovasi teknologi Jembatan Lengkung Panjang (Long Span) LRT Kuningan hasil karya Arvilla Delitriana. Menurutnya inovasi Dina menjadi bukti kemampuan SDM Indonesia ditengah urgensi pembangunan infrastruktur.

“Ibu Dina selaku inovator yang merupakan seorang ahli jembatan dari Fakultas Teknik Sipil ITB menemukan desain jembatan lengkung untuk LRT yang pas untuk menyelesaikan permasalahan perlintasan di atas perempatan kuningan yang memiliki kerumitan struktur. Kami senang putri Indonesia comes up dengan inovasi yang berdampak signifikan,” jelas Menteri Bambang.

Menteri Bambang mengaku, konsultan Jepang selaku supervisor proyek ini yang tadinya ragu, namun kemudian menyetujui dan memberikan apresiasi. Menteri Bambang menyampaikan inovasi ini mengalahkan 3 metode konstruksi bentang panjang yang diusulkan oleh perancang dari Perancis. Ketiga metode itu dianggap sulit karena harus menambah tiang penyangga di tengah jembatan.

Adhikarya selaku developer mempunyai konsultan internasional untuk pembuatan lintasan LRT ini. Usulan dari konsultan intinya sangat sukar diimplementasikan karena satu ada yamg membutuhkan lahan yang sangat luas, lainnya harus dengan membangun kolom tambahan yang jika dilihat dari segi konstruksi sangat beresiko

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dorong Kreativitas Anak Muda pada Masa Pandemi AXIS Gelar POP Up Campus Live Streaming

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 tak menyurutkan inisiatif XL Axiata untuk melanjutkan program-program dukungan untuk kalangan muda. Melalui AXIS, program tahunan AXIS POP Up...

Bantu Masyarakat, Dosen UMY Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pedak Bantul

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Muhammad Zakiy, M.Sc, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di dusun Pedak, Desa Trimurti, pada...

Pandemi Covid-19, Dorong Inovasi dan Percepatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Belajar Mengajar

JAKARTA, MENARA62.COM -- Suka atau tidak dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya termasuk dalam kegiatan belajar mengajar....

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh...

Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Pakar Sebut Pentingnya Transisi Kampanye Digital dan KPU Harus Fasilitasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi akan berbeda karena ruang kampanye beralih dalam bentuk...